Malang Raya
Hanya 8 Dinas yang Tergabung dengan Batu Among Tani Teknologi di Program Smart City Kota Batu
Terlihat, dalam aplikasi yang didemokan di layar besar, masih sedikit perangkat daerah yang belum bergabung ke aplikasi canggih ini.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Hingga saat ini konsep Smart City yang dirancang dengan nama Batu Among Tani Teknologi masih terus dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika.
Hal ini seperti yang terlihat di ruang Command Center, di Lantai 5 Balai Kota Among Tani Kota Batu, Senin (25/9/2017).
Terlihat, dalam aplikasi yang didemokan di layar besar, masih sedikit perangkat daerah yang belum bergabung ke aplikasi canggih ini.
Adiek Iman Santoso, Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo menunjukkan list di aplikasi itu siapa saja yang sudah bergabung. Yakni ada Dinas Pertanian, Satpol PP, Dinas Kesehatan Dinas Perhubungan, Diskominfo, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PUPR Bina Marga, Capil, dan Polres Batu.
Adiek mengatakan, pihaknya tidak memaksa dinas untuk bergabung dengan program ini.
"Ini kan merupakan pelayanan untuk masyarakat. Ya memang untuk saat ini kami masih fokus pada pertanian. Kalau dinas lain mau bergabung, monggo. Yang tidak mau ya sudah tidak apa-apa," kata dia saat ditemui di ruang Command Center, Senin (25/9/2017).
Dari dinas yang sudah bergabung ini, bisa diimplementasikan. Semisal dari Dinas DPUPR. Dari dinas ini, bisa dilihat titik koordinat jalan mana saja yang diperbaiki, maupun rusak. Begitu juga di Dinas Pertanian.
Di Dinas Pertanian, baru ada 10 pertanian yang sudah masuk data titik koordinat, yakni Sumberbrantas, Tulungrejo, Sumberejo, Temas, Torongrejo, Junrejo, Dadaprejo, Giripurno, Pendem, dan Sisir.
Dikatakan Adiek, data pertanian yang masuk itu meliputi luas lahan, komoditas, hasil produksi.
"Bahkan petani yang masuk data di program ini ialah yang terverifikasi," katanya.
Jadi, lanjut dia, konsumen bisa mendapatksn data lengkap tentang hasil produksi petani ini.
Sementara itu, Kepala Diskominfo, Siswanto menambahkan, data pertanian itu juga dikoneksikan dengan GIS (Geographic Information System) Maps. GIS Maps ini ialah titik koordinat yang nantinya akan menunjukkam lokasi pertanian.
"Titik lainnya masih proses. Karena memasukkan data ke program ini tidak main-main," kata Siswanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/adiek-iman-santoso-kabid-jaringan-infrastruktur-diskominfo-kota-batu_20170925_201014.jpg)