Malang Raya
Menkomaritim di Unisma : Presiden Tekankan Pembangunan Bukan Jawasentris Tapi Indonesiasentris
Fokusnya adalah adil. Karena ketidakadilan akan memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya terorisme
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Ketimpangan perekonomian desa dan kota di Indonesia menjadi salah satu pembahasan dalam sarasehan kebangsaan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di Universitas Islam Malang (Unisma), Senin (25/9/2017).
Ketimpangan tersebut ditangani dengan adanya dana desa sebesar Rp 1,7 miliar per tahun pada seluruh desa di Indonesia.
"Presiden menekankan pembangunan bukan lagi Jawasentris tapi Indonesiasentris agar tercipta keadilan," jelas Luhut.
Dana desa juga dipantau secara rutin penggunaannya.
"Dengan begitu infrastruktur di kota diperbaiki, di desa juga diperbaiki dari hal sekecil apapun," lanjutnya.
Perbaikan infrastuktur desa juga dilaksanakan salah satunya di bagian selatan Pulau Jawa.
Pasalnya, peta kemiskinan di sana masih cenderung tinggi dengan nelayan di pantai selatan masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan.
"Fokusnya adalah adil. Karena ketidakadilan akan memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya terorisme yang bisa muncul karena ketidakadilan," ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah sudah mulai menangani ketidakadilan di Indonesia dengan baik.
Laju pertumbuhan ekonomi Indoensia juga perlahan naik sejak 2015.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/menkomaritim-jenderal-purn-luhut-binsar-pandjaitan-di-universitas-islam-malang_20170925_194621.jpg)