Breaking News:

Malang Raya

Kendalikan Harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Malang Pantau Harga Beras dan Garam

Pemantauan harga dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga beras serta menjaga katersediaan beras dan garam.

istimewa.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang sidak di distributor beras, Senin (2/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang memantau harga di beberapa tempat, Senin (2/10/2017).

Pemantauan ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perdagangan nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.

Pemantauan difokuskan pada harga beras, dan beberapa komoditas lain yang fluktuasi harganya memicu inflasi.

“Hasilnya, harga beras cenderung stabil. Ketersediaan stok aman, dan pasokan lancar,” ujar Rinawati, Kepala Bagian Pengembangan Perekonomian Pemkot Malang kepada SURYAMALANG.COM, Senin (2/10/2017).

Pemantauan dimulai dari Pasar Oro-Oro Dowo, UD Angger, dan Giant Ekstra Sawojajar.

Pasar Oro-Oro Dowo mewakili pasar tradisional.

Sedangkan UD Angger adalah distributor beras.

Sementara itu, Giant Ekstra mewakili pasar modern.

Pemantauan harga dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga beras serta menjaga katersediaan beras dan garam.

Dari hasil pematauan di tiga tempat itu, harga relatif sama.

Beras premium, misalnya, yang harganya berkisar Rp 74.000–Rp 77.000 per 5 Kg.

Harga minyak goreng kemasan sekitar Rp 24.000/2liter.

Harga gula sekitar Rp 11.500/Kg.

Sedangkan harga garam sekitar Rp 2.500/bungkus.

“Kami juga pantau garam karena termasuk harga pangan yang bergejolak (volatile food) yang dapat berpengaruh pada inflasi,” tambahnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved