Selasa, 21 April 2026

KPK Geledah Balai Kota Malang

Kadindik Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Mantan Ketua DPRD Kota Malang, Benarkah Ini Proyeknya?

Zubaidah diperiksa penyidik KPK di Polres Malang Kota. Zubaidah menjadi saksi baru dalam pemeriksaan saksi yang dilakukan penyidik KPK.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Zubaidah menjadi saksi terkait dugaan suap yang melibatkan mantan ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono.

Zubaidah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polres Malang Kota, Sabtu (21/10/2017).

Zubaidah menjadi saksi baru dalam rangkaian pemeriksaan saksi yang dilakukan penyidik KPK.

Sebenarnya SURYAMALANG.COM mendengar kabar terkait pemeriksaan Zubaidah sebagai saksi sejak Selasa (17/10/2017).

Saat itu SURYAMALANG.COM mencoba menggali informasi tersebut kepada orang dekat Zubaidah.

Tetapi, dia mengaku tidak mendengar informasi tersebut.

Ternyata nama Zubaidah masuk dalam daftar saksi yang diperiksa hari ini.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menuturkan saksi yang bakal diperiksa hari ini di antaranya adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang.

Anggota DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto yang juga diperiksa sebagai saksi mengakui adanya keberadaan Zubaidah di ruangan pemeriksaan saksi.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Arief Wicaksono sebagai tersangka dugaan suap dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang tahun 2015, Jarot Edy Sulistyono.

Kini Jarot menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang.

Suap berupa uang Rp 700 juta itu diduga untuk melancarkan pembahasan program di APBD-Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Dalam APBD-P 2015, anggaran belanja langsung untuk DPUPPB sebelum perubahan sebesar Rp 174,9 miliar.

Setelah perubahan, anggaran belanja langsung di DPUPPB menjadi Rp 245 miliar atau naik sebesar Rp 70,1 miliar (40,09 persen).

Lalu apa kaitannya hingga Zubaidah yang menjadi saksi?

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved