Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Malang Raya

Deteksi Kesehatan Pohon, Pemkot Malang Cukup Pakai Alat Ini, Cara Kerjanya Cukup Mudah

Alat itu dipakai untuk mendeteksi kondisi pohon sehat atau tidak. Alat itu bekerja memakai sensor suara (sonic).

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Uji coba alat deteksi pohon, Pinus Sonic Tomograph di Alun-alun Tugu, Kota Malang, Senin (30/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sejumlah orang mengelilingi sebuah pohon di Jalan Majapahit, Kota Malang, Senin (30/10/2017).

Beberapa orang mahasiswa terlihat mengukur diameter pohon.

Pengukuran diameter pohon itu tidak memakai alat konvensional.

Para mahasiswa itu memakai peralatan yang disebut sonic tomograph.

Setelah mengukur diamater pohon, para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Malang itu mengetuk delapan titik yang telah dipasangi alat menggunakan palu.

Setiap titik diketuk lima kali.

Setiap diketuk, akan keluar gambar seperti tabel neraca.

Delapan titik yang sudah disambungkan kepada alat sonic tomograph itu harus diketuk semua untuk menghasilkan warna.

Setelah prosesnya selesai, akan tampil gambar nyaris bundar, terdiri dari rangkaian gambar batang berwarna-warni.

Dalam pengukuran pohon di Jalan Majapahit itu terlihat ada gambar berwarna ungu, cokelat, dan hijau.

Warna ungu berarti kondisi batang pohon tidak solid alias keropos, atau tidak sehat.

Warna hijau menunjukkan batang pohon agak solid.

Sedangkan warna cokelat berarti batang pohon solid.

“Ini hanya satu dari sejumlah cara untuk mengetahui pohon itu sehat dan tidak sehat sehingga layak dan tidak dipertahankan.”

“Alat ini hanya satu cara, selain untuk melihat visual kondisi pohon,” ujar Medha Baskara, dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB).

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved