Malang Raya
Pemilihan Ketua OSIS di SMK Telkom Kota Malang Dilakukan Secara Online
Dibandingkan Pilketos periode 2016-2017 banyak surat suara tidak sah karena berlangsung manual. Kertas ada digambari jadi tidak sah
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) periode 2017-2018 di SMK Telkom Kota Malang berlangsung beda pada Senin (30/10/2017). Caranya dengan memanfaatkan website sehingga Pilketos berlangsung online. Pemilih cukup mengunjungi web pemilihan.adroitdevs.com.
"Dibandingkan Pilketos periode 2016-2017 banyak surat suara tidak sah karena berlangsung manual. Kertas ada digambari jadi tidak sah," kata Christian Doxa Hamasiah kepada SURYAMALANG.COM yang mengerjakan client site untuk Pilketos itu, Selasa (32/10/2017).
Saat itu, suara tidak sah mencapai 150 an. Sedang saat dilakukan online, berkurang drastis hanya karena ketidakhadiran. Untuk membuat itu, ia bersama temannya Yobel Galih Christian sebagai server site. Menurut dia, cara ini bisa diadopsi ke Pilketos se Indonesia.
"Saya berencana membawa ini ke sana. Tingkat akurasinya tinggi dan partisipasi siswa dalam pilketos juga meningkat," jelas siswa kelas 12 RPL 3. "Sekolah lain jika ingin seperti ini bisa menjadi member web," sambungnya.
Jika difungsikan ke pemilihan lain, seperti Pilkada juga bisa karena bisa didinamiskan sesuai kebutuhan.
"Tinggal membesarkan servernya. Di Pilkada bisa memakai validasi dari NIK dan mengurangi manipulasi. Data juga transparan," jelas Christian.
Untuk memilih di Pilketos lalu, setelah pemilih masuk ke alamat web, ada tulisan sign in with google. Setelah itu diklik.
Kemudian pemilih masuk dengan akun email yang diberikan sekolah dan memasukkan password. Lalu ada menu jenis kelamin. Setelah diklik, maka akan masuk ke data calon ketua OSIS. Di layar ada tiga calon lengkap dengan visi misi dan pemilih tinggal pemilih salah satu.
Jika ragu, bisa kembali ke halaman data calon.
"Mulai sign in sampai sign out butuh dua menit," jelas Christian.
Untuk melihat hasilnya, tinggal ke alamat penghitungan.adroitdevs.com. Semua data bisa diketahui cepat. Seperti perolehan suara dan prosentasenya dll.
Untuk biaya server di pilketos sekitar Rp 200.000-Rp 300.000. Ia pakai server sendiri karena server sekolah kebutuhannya tinggi dan khawatir terganggum Saat pilketos lalu, bilik pemilihan cukup dari bekas kardus agar pemilihan bersifat rahasia. Karena jumlah siswa dari guru cukup besar yaitu di atas 1000, maka dipakai 20 laptot.
"Saya melakukan ini setelah praktik kerja industri (prakerin) di Jakarta. Tepatnya di start up Arkademy, sebuah perusahaan rintisan berbasis IoT (Internet of Thing).
"Demi keamanan pemilihan juga sudah diantisipasi agar tidak ada hacker. Ia berharap apa yang dikerjakan bersama temannya bisa bermasyarakat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/smk-telkom-kota-malang_20171031_201247.jpg)