Malang Raya
Semarak Hari Anak Sedunia 2017 di Candi Badut, Kota Malang, Anak Dikenalkan Mainan Tradisional
Anak bisa berimajinasi membuat apa saja menggunakan pisau. Misalnya batang daun pisang bisa menjadi mainan jaranan.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, SUKUN - Semarak Hari Anak Sedunia 2017 dirayakan di areal Candi Badut, Kota Malang, Minggu (19/11/2017).
Para anak diantar orang tua untuk ikut kegiatan itu.
Kegiatan itu juga menyuguhkan dolanan bocah.
Ada anak yang bermain nekeran atau kelereng, sprento atau loncat tali, dan main dakon.
“Ayo poro konco dolanan,” kata seorang anak dalam drama di candi Badut.
Penggiat budaya, Yongki Irawan menjadi narator dalam kegiatan itu.
“Mainan kelereng, misalnya, anak belajar ketangkasan, dan feeling. Ini yang hilang di antara kita,” kata Yongki kepada SURYAMALANG.COM.
Anak juga belajar berstrategi dari permainan itu.
“Makna terdalamnya itu jangan disepelekan,” ujarnya.
Begitu juga mainan dakon.
Permainan kelereng, dan dakon bisa membantu kecerdasan otak.
“Ini bisa membantu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK),” jelasnya.
Sementara itu, penggiat budaya Mbah Jo atau Karjo mengajak anak-anak membentuk anyaman menggunakan daun pisang.
“Bisa membuat bando atau sabuk lho,” kata seniman pembuat wayang suket.
Menurut Mbah Jo, anak-anak zaman dulu tidak asing dengan permainan menggunakan daun pisang atau benda lain di alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/semarak-hari-anak-sedunia-2018-dirayakan-di-areal-candi-badut-kota-malang_20171119_165455.jpg)