Malang Raya
PKL Kota Batu Harus Pakai Celemek Saat Berjualan, Target Ini yang Dikejar
"Masa Kota Batu ini tidak bisa. Semisal menggandeng mall atau hotel, untuk memberikan fasilitas berjualan PKL .
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, BATU - Sebanyak 70 Pedagang Kaki Lima (PKL) se Kota Batu diberi arahan untuk memiliki kreatifitas dan keterampilan di dalam berjualan, Rabu (22/11/2017).
Salah satu materi yang ditanamkan adalah memperbaiki penampilan saat berjualan.
Yakni harus memakai celemek saat berjualan.
Tentu hal itu untuk menambah citra seorang PKL di Kota Batu.
Plt Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Arief As Siddiq mengatakan kali ini PKL lah yang harus bisa unjuk gigi di dalam setiap penjualan.
“Ya ini kami fokusnya ke PKL. Bagaimana PKL itu mampu berjualan dengan menyajikan sebuah keterampilan. "
"Semisal memperbaiki penampilan, dengan memakai celemek, bersih, dan tidak kotor,” kata Arief saat ditemui dalam Pelatihan Keterampilan Kerja untuk PKL di Hotel Aster, Rabu (22/11/2017).
Ia memberikan contoh, semisal pedagang bakso yang sering dijumpai di Kota Batu.
Semisal pedagang bakso dipinggir jalan, harus menyediakan lokasi untuk makan.
Lalu juga ada tempat untuk cuci piring setelah digunakan.
“Kepada pembeli itu diberikan tempat duduk untuk makan, sehingga bisa menikmati makanan. Serta untuk meningkatkan daya saing juga,” kata Arief yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Ada sekitar 70 PKL dari setiap perwakilan kelompok PKL di Kota Batu.
Satu di antara pedagang PKL di Pasar Parkiran, Ririn mengatakan kalau dirinya memang memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pembeli.
“Meskipun PKL, tetapi pelayanan itu tetap nomor satu. Apalagi berjualan pas hujan, harus mencari tempat yang pembeli itu tetap bisa makan meski kehujanan,” kata Ririn.
Dalam pelatihan ini, juga mendatangkan satu inspiratory asal Kota Malang, yakni Juniardi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pkl-batu_20171122_210231.jpg)