Breaking News:

Blitar

Terciduk! Pria Myanmar Buka Praktik Pijat di Kawasan Perbukitan Blitar Selatan

KISAH PRIA #MYANMAR DI #BLITAR. Ia tinggal di kawasan perbukitan yang jauh dari kota. Begini kisahnya.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: yuli
samsul hadi
Petugas Kanim Klas II Blitar memberikan keterangan soal pengamanan WNA Myanmar yang tinggal di Blitar tanpa dokumen resmi, Rabu (22/11). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Klas II Blitar mengamankan MT (44), warga negara asing (WNA) asal Myanmar. MT diduga tidak memiliki dokumen resmi sejak tinggal di Blitar mulai 2006 silam.

"Kami menerima laporan dari masyarakat lalu kami tindak lanjuti. Ternyata yang bersangkutan tidak memiliki izin resmi tinggal di Blitar," kata Kepala Kantor Imigrasi Klas II Blitar, I Nyoman Gedhe Surya Mataram, Rabu (22/11/2017).

Hasil pemeriksaan, selama ini MT tinggal di Dusun Krajan, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. MT menikah dengan warga kawasan perbukitan itu dan sudah memiliki empat anak.

Sehari-hari, MT membuka praktik pijat alternatif di Jl Palem, Kelurahan Rembang, Kota Blitar.

"Saat kami amankan, dia (MT) mengaku sebagai pengungsi Rohingya, itu yang masih kami dalami," ujar SURYAMALANG.COM.

Kantor Imigrasi Klas II Blitar masih berkoordinasi dengan pihak Internasional of Migrant (IOM) dan UNHCR.

Pihaknya memiliki waktu selama 30 hari untuk koordinasi. Kalau kedutaan Myanmar mengakui sebagai warga negaranya, berarti bisa dideportasi.

"Kalau tidak ada respon dari Kedutaan Myanmar, pihak Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya akan menginformasikannya ke Internasional of Migrant dan UNHRC," katanya.

Sekadar diketahui, petugas Kantor Imigrasi Klas II Blitar mendeportasi empat warga negara asing (WNA) sepanjang Januari-Oktober 2017 ini. Kempat WNA yang dideportasi bermasalah soal izin tinggal.

Sekarang, jumlah WNA di wilayah Kantor Imigrasi Klas II Blitar sebanyak 256 orang.

Kantor Imigrasi Klas II Blitar membawahi wilayah Kota/Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Rinciannya, jumlah WNA di Kota Blitar ada 13 orang, di Kabupaten Blitar ada 42 orang, Kabupaten Tulungagung ada 192 orang, dan Kabupaten Trenggalek ada sembilan orang.

WNA yang tinggal di wilayah Blitar rata-rata penyatuan keluarga atau perkawinan silang. Jumlah WNA yang tinggal karena perkawinan silang sekitar 80 persen. Sedangkan jumlah WNA yang bekerja di wilayah Blitar hanya ada beberapa orang. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved