Malang Raya
Gara-gara Buku dan Jahe Instan, SDN Punten 1 Kota Batu Bisa Bersaing dengan 800 SD Se-Indonesia
Saat penjurian, yang jadi unggulan SDN ini adalah inovasi guru dan siswa berupa Gaintenji, yaitu jahe instan.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - SDN Punten 1 Kota Batu menempati peringkat 2 dalam Komponen Manajemen Berbasis Sekolah kategori SDN Rujukan, Lomba Budaya Mutu SD tingkat Nasional 2017.
SDN Punten 1 harus bersaing dengan peserta lain dari beberapa daerah di Indonesia.
Ada sekitar 800 SDN yang ikut dalam lomba ini.
SDN Punten 1 ikut tiga kategori, yakni Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pembelajaran, dan Ekstrakulikuler.
Kepala SDN Punten 1, Trihastutik mengatakan MBS meliputi beberapa hal, seperti kepemimpinan kepala sekolah.
Saat penjurian, yang jadi unggulan SDN ini adalah inovasi guru dan siswa berupa Gaintenji, yaitu jahe instan.
“Kami membuat jahe instan sejak 2014. Awalnya hanya coba-coba.”
“Setelah melihat potensi di sekolah, kami melanjutkannya,” kata Trihastutik kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (29/11/2017).
Hingga saat ini jahe instan itu sudah dijual di beberapa toko di Kota Batu.
Minuman ini juga sering menjadi suguhan jika ada tamu ke SDN Punten 1.
Sayangnya produk tersebut belum terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Melalui lomba ini, kami diingatkan dan didukung untuk mengurus labelnya. Sekarang sedang proses,” imbuhnya.
Siswa dan guru juga menulis buku dan sudah diterbitkan, seperti buku berjudul Terbang di Negeri Atas Awas, dan Menapak Sayap Setinggi Langit.
“Saya yang menulis dua buku ini. Ada juga buku yang ditulis guru dan siswa kami.”
“Kami menekankan pada ekstrakulikuler Jurnalistik. Jadi tidak hanya belajar, tetapi juga mengeluarkan karya,” imbuhnya.
Sedangkan buku yang ditulis siswa di antaranya berjudul Antologi Siswa Cerita-cerita Sekolah, dan Kerennya Sekolahku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kepala-sdn-punten-1-kota-batu-guru-dan-siswa-menunjukkan-karyanya_20171129_111318.jpg)