Surabaya

Surabaya Siapkan Lahan 10 Ha untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya

#RISMA - Proyek ini akan menjadi percobaan untuk memanfaatkan potensi panas matahari yang banyak diterima #Surabaya di kawasan Barat.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya tak berhenti dalam mengambangkan inovasi teknologi dengan mengedepankan masalah lingkungan.

Kini, melalui pengembangan kerja sama dengan PT Sumber Organik, Pemkot Surabaya memproduksi listrik tenaga sampah di TPA Benowo.

Tak puas sampai di sana, Pemkot Surabaya dalam waktu dekat juga akan mengembangkan listrik dengan tenaga matahari dengan membuat prower plan di Surabaya Barat.

Sebagaimana disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di kawasan Kecamatan Pakal Pemkot sekarang sudah menyiapkan lahan.

"Kita punya lahan seluas 159 hektar di Sumberejo pakal. Di antaranya 10 hektar akan kita pakai untuk pengembagan teknologi pembangkit listrik tenaga matahari atau solar cell," kata Risma, Jumat (1/12/2017).

Nantinya, dalam realisasi progam pengembangan power plant ini, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan PLN.

"Sudah kita siapkan. Nanti ada kerja sama dengan PLN," kata Risma.

Dikatakan Risma, proyek ini akan menjadi percobaan untuk memanfaatkan potensi panas matahari yang banyak diterima Surabaya di kawasan Surabaya Barat.

Dengan lahan luas yang mendukung, diharapkan nantinya prower plan ini juga bisa menjadi studi bagi anak-anak Surabaya.

"Lahannya kita siapkan, ada yang dari bakas tanah kas desa, ada pula yang dari ruislag, tukar guling dengan lahan di daerah lain, yang jelas tanah itu yang kita manfaatkan," kata Risma.

Selain dimanfaatkan untuk lahan power plant solar cell, lahan tersebut juga dipakai untuk pengurukan tanggul di bantaran sungai Kali Lamong.

Sebagaimana diketahui, saat ini pengembangan listrik tenaga sampah di Surabaya menjadi satu-satunya pilot project yang dinilai berhasil di Indonesia.

Saat ini, TPA Benowo akan menghasilkan listrik 1,6 megawatt. Listrik tersebut sudah dijual ke PLN sesuai dengan ketentuan negara terhadap pengelolaan listri.

Targetnya sampai akahir tahun 2018 mendatang, produksi listrik dari TPA Benowo akan mencapai 9 megawatt.

Terkait pengembangan listrik di TPA Benowo, Kepala Dinas Keberihan dan Ruang Terbuka Hijau Chalid Bukhari mengatakan, saat ini pengembangan PLTSa masih terus dilakukan.

"Proses penyiapan lahan dan pengadaan alat ini masih terus dilakukan dan masih on the track, tidak ada keterlambatan dari rencana yang ditentukan," katanya.

Alat gasifikasi akan didatangkan dari luar negeri sehingga masih membutuhkan waktu untuk pengurusan izin dan menddatangkan ke Surabaya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved