Minggu, 10 Mei 2026

Malang Raya

Banyak Peserta Anak-Anak, Dies Natalis Universitas Brawijaya Malang Sediakan Pojok Dolanan

Puluhan anak terlihat riang saat bermain lompat tali dan engklek di zona non kompetisi Pojok Dolanan

Tayang:
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Anak-anak bermain di Pojok Dolanan dalam gelaran Dies Natalis UB ke 55, Minggu (10/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Ada yang berbeda pada gelaran jalan sehat dalam rangka Dies Natalis ke 55 Universitas Brawijaya (UB) Malang, Minggu (10/12/2017). Untuk kali pertama, UB menyediakan ruang khusus untuk bermain anak-anak bernama Pojok Dolanan.

Puluhan anak terlihat riang saat bermain lompat tali dan engklek di zona non kompetisi Pojok Dolanan yang terletak di depan Rumah Pintar Brawijaya.

Salah satunya adalah Alisa (6) yang sedang bermain engklek. Ia mengatakan senang bisa bermain bersama teman-teman baru.

Koordinator Pojok Dolanan, Angga Dwi Cahyo mengatakan Pojok Dolanan memang sengaja dibuat untuk memfasilitasi peserta anak-anak yang dari tahun-tahun sebelumnya selalu ada dalam jumlah banyak.

“Namun selama ini mereka tidak memiliki fasilitas sendiri untuk menikmati acara. Oleh karena itu kali ini pertama kali kami buat Pojok Dolanan agar anak-anak ikut berperan di Dies Natalis UB,” tuturnya pada SURYAMALANG.COM.

Pojok Dolanan dibagi dalam dua zona, yaitu zona kompetisi dan non kompetisi. Zona kompetisi adalah untuk anak usia 2-5 tahun dengan permainan congklak, bekel, lukis wajah, lompat tali, dan engklek. Sedangkan zona non kompetisi untuk anak usia 2-12 tahun dengan permainan hulahoop, eggrang batok, bakiak, dan balap karung.

“Pojok Dolanan bukan cuma memfasilitasi anak peserta Dies Natalis UB, tapi juga utamanya memperkenalkan dan mengedukasi mereka bahwa permainan tradisional juga lebih mengasyikkan dibanding gadget. Apalagi adanya interaksi antara anak dan orangtua atau anak dengan anak lain membuat mereka tidak merasa sendirian,” tutur mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FIB UB itu.

Meskipun beberapa anak masih terlihat bermain gadget, namun Angga tidak khawatir.

“Beberapa tadi terlihat mereka memotret lalu merekam teman saat bermain permainan tradisional. Itu juga bisa menjadi ajang perkenalan anak lain pada permainan tradisional itu ketika mereka mengunggahnya ke media sosial,” ungkap dia.

Ia berharap dengan Pojok Dolanan, anak-anak semakin gencar bermain permainan tradisional dan tidak melupakannya begitu saja.

“Karena permainan tradisional tidak hanya asyik, namun juga menyehatkan badan. Generasi masa depan jangan sampai fisiknya lemah,” tutupnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved