Malang Raya
Mahasiswa Unidha Malang Antusias Bertanya Soal Korupsi ke Mantan Wakil Menteri
"Selain itu juga perlu dukungan politik dan strategi yang tepat," kata guru besar hukum UGM
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Para mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Kota Malang antusias bertanya mengenai korupsi kepada mantan Wakil Menteri (Wamen) Hukum dan HAM, Prof Dr Denny Indrayana SH LLM PhD yang mengisi kuliah tamu, Selasa (19/12/2017).
Berbagai hal ditanyakan terkait penindakan korupsi di Indonesia. Guru besar hukum yang kini jadi visitor professor di Melbourne University Law School mengangkat tema "Regulasi Penataan Hukum dan Kelembagaan Penanganan Korupsi di Indonesia : Konsepsi dan Implementasinya".
Pertanyaannya seperti bagaimana memberantas korupsi dengan cepat, bagaimana menciptakan generasi jujur di Indonesia hingga jangkauan KPK ke TNI, dll.
"Tidak ada pemberantasan korupsi yang cepat terselesaikan dan harus pakai strategi marathon," ujar Denny kepada mahasiswa.
Dengan marathon, maka butuh waktu lama dan konsisten. "Selain itu juga perlu dukungan politik dan strategi yang tepat," kata guru besar hukum UGM Yogyakarta ini. Semua harus didekati secara holistik.
"OTT (Operasi Tangkap Tangan) kepala daerah memang perlu diapresiasi. Tapi pemberantasan korupsi tidak tuntas tanpa membangun generasi yang jujur," jelasnya.
Namun sayangnya, masyarakat masih kurang mengapresiasi program KPK lainnya. Ini dibuktikan banyak kantin kejujuran di sekolah-sekolah sudah banyak yang tutup.
"Padahal ini sebuah problem yang serius. Sebab ternyata tidak ada kejujuran yang serius. Karena itu tagline KPK benar. Jujur itu hebat," urai dia.
Akhirnya kantin kejujuran yang bertahan hanya di KPK. Korupsi, lanjut dia, tidak melulu soal uang. Namun juga waktu atau tidak bisa amanah.
"Janjian datang jam 10, datang jam 11. Jika punya pacar dengan ciri-ciri itu merupakan calon koruptor," kata Denny.
Pernyataan itu membuat mahasiswa tertawa. "Semoga kalian dapat pasangan nanti yang anti korupsi," doanya.
Soal Setyo Novanto, politisi Partai Golkar, mantan Ketua DPR RI yang kesandung kasus e KTP juga dibicarakannya. Ia tidak bisa memprediksikannya karena merupakan orang kuat.
"Ya...kita lihatlah karena selalu dibantah terus oleh beliau," papar wamenkumham 2011-2014.
Ia mengharapkan mahasiswa memahami bagaimana hukum saat ini berpihak, khususnya penanganan korupsi. Prof Dr Suko Wiyono SH MH, Rektor Unidha menyatakan memilih menghadirkan Denny merupakan intelektual muda yang pendapatnya selalu diminta oleh KPK.
"Saya juga ingin dengan membekali calon-calon alumni saya mengerti bagaimana pemberantasan korupsi. Sehingga tidak menjadi seperti itu. Ini juga sebagai bagian dari pendidikan hak dan kewajiban warga negara," jelas Suko Wiyono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kuliah-tamu-prof-dr-denny-indrayana-sh-llm-phd-di-universitas-wisnuwardhana-kota-malang_20171219_184625.jpg)