13 Tahun Tsunami Aceh, 5 Video di Bawah ini jadi Saksi Bisu Getarkan Hati

Ratusan anak menangis tak tahu arah. Sendiri dalam dinginnya malam. Termenung di dalam hutan-hutan

13 tahun tsunami Aceh 

SURYAMALANG.COM - Tepat hari ini 13 tahun lalu, 26 Desember 2004, Serambi Mekah disambar bencana dahsyat.

Pisahkan nenek dengan cucunya, ibu dengan anaknya, suami dengan istrinya.

Ratusan anak menangis tak tahu arah. Sendiri dalam dinginnya malam. Termenung di dalam hutan-hutan.

Kisah-kisah pilu mereka sudah diceritakan ke dalam buku berjudul Kiamat Sudah Lewat.

Dari yang berumur 8 tahun hingga 15 tahun, melampiaskan memori tak terlupakan mereka dalam tulisan.

Sebuah gempa luluhlantakkan sebagian besar kawasan pesisir pantai Aceh.

Air laut melambung tinggi, kemudian menyapu segala arah di hadapannya.

Warga-warga yang tengah asyik menikmati acara televisi favorit, atau sekadar berjalan mengitari perkampungan, harus rela terlunta-lunta berlarian.

Melihat peristiwa tak masuk akal tepat di hadapan mereka. Yang mereka tahu, lari ... atau mati.

Tapi langkah kaki tentu berbanding terbalik dengan laju ombak.

Harapan tak ada lagi, sirna.

Gempa berkekuatan 9,1 sampai 9,3 skala Richter itu menguncang dasar laut di Barat Daya Sumatra sekitar 20-15 kilometer lepas pantai.

Tak lama berselang, gempa itu disusul gelombang tsunami menerjang pulau Sumatera hingga daratan Afrika.

Sehari kemudian, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tsunami di Aceh seebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved