Sumenep

Orang Mengaku Debt Collector Marak Lagi, Sehari Rampas 7 Motor

KAPOLRES #SUMENEP perintahkan tembak di tempat pada perampas motor meski mengaku debt collector dari lembaga kredit. Faktanya-->>

Orang Mengaku Debt Collector Marak Lagi, Sehari Rampas 7 Motor
bauercdn
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Setelah sempat reda, kasus perampasan sepeda motor oleh debt collector yang mengatasnamakan lembaga pembiayaan tertentu, kini mulai marak lagi.

Di Sumenep, Madura, dalam sehari sedikitnya dua sampai tujuh motor yang terlambat bayar kredit dirampas oleh kawanan debt collector. Kondisi ini kembali membuat resah warga Sumenep yang punya kredit motor.

Seperti yang dialami Andi (35), warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura.

Pada Jumat (29/12/2017), motor kesayangannya dirampas kawanan debt collector karena sempat nunggak 3 bulan dari 33 bulan masa kredit.

Ia didatangi sejumlah orang yang didampingi petugas kepolisian dan tanpa ampun langsung merampas motor satu-satunya yang angsurannya sudah masuk 16 kali.

“ Padahal saya tadi dah mau bayar tunggakan kredit motor tapi ditolak dan malah membawa motor saya. Ini jelas upaya paksa yang sangat merugikan pihak nasabahnya,” kata Andy kepada media usai melapor ke Polres Sumenep, Jumat (29/12/2017).

Hal yang sama juga diungkapkan Winda (28), warga Desa Paberrasan, Kecamatan Kota, Sumenep.

Pada hari yang sama juga mengalami perampasan motor oleh debt collector di tengah jalan ketika hendak pulang usai bekerja sebagai sales produk makanan. Ia dipepet oleh dua orang debt collector.

“ Saya dipepet dan digiring dari jalan Desa Kebunagung ke kantor leasing di Jalan Halim Perdana Kusuma Sumenep. Saat itu sepeda motor saya dirampas cuma karena terlambat sebulan,” kata Winda.

Winda mengaku menggadaikan BPKB motornya dengan cicilan Rp 850.000 tiap bulannya.

Halaman
12
Penulis: Moh Rivai
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved