Rabu, 15 April 2026

Malang Raya

Punya Banyak PR, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Prioritaskan Pendidikan, Pertanian, dan Pariwisata

“Saya bukan orang birokrasi, jadi saya masih belajar. Ya memang banyak yang harus diselesaikan dan diutamakan,”

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
IST
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, lima tahun ke depan.

Beberapa PR itu di antaranya ada yang melanjutkan program dan sistem pemerintahan dari Wali Kota Batu sebelumnya yang belum selesai. Seperti pembangunan Pasar Batu, Food Court Ganesha, Kereta Gantung, hingga lelang jabatan dari kekosongan beberapa jabatan. Tampaknya, Dewanti tak ingin terburu-buru untuk menyelesaikan hal tersebut.

Bahkan ia menyebut dirinya bukan orang birokrasi. “Saya bukan orang birokrasi, jadi saya masih belajar. Ya memang banyak yang harus diselesaikan dan diutamakan,” kata Dewanti saat ditemui dalam Upacara Hari Amal Bhakti Kementrian Agama di MTSN Kota Batu, Rabu (3/1/2017).

Istri dari Eddy Rumpoko yang juga Wali Kota Batu dua periode ini menegaskan, dirinya tetap memprioritaskan hal yang menjadi andalan Kota Batu, seperti pertanian dan pariwisata. Tak hanya itu, dirinya juga fokus terkait pendidikan terutama pemberian Bosda untuk SMA/SMK.

Dewanti mengatakan, pihaknya tetap memberikan Bosda untuk SMA/SMK meski pengelolaannya sudah dialihkan ke Provinsi. Bahkan hal ini juga dimasukkan ke dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Pasar Batu tetap diteruskan dong, Bosda tetap dianggarkan setiap tahunnya, kami upayakan SMA/SMK untuk tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah,” imbuh wanita berhijab itu.

Terkait lelang jabatan, Dewanti menegaskan, untuk sementara ditugaskan ke Plt. Seperti yang diketahui, beberapa kepala Dinas mengalami kekosongan jabatan. Yakni Kabag Pemerintahan yang sebelumnya dijabat oleh Titok W, karena bermasalah dengan hukum, maka dijabat Plt oleh Suliyanah yang juga Kepala Kesbangpol.

Lalu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan dijabat oleh Arief As Siddiq, karena pejabat sebelumnya juga tersandung masalah hukum. Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) dijabat oleh Andang Budi, karena pejabat sebelumnya juga tersandung masalah.

Tak hanya itu, jabatan Sekda juga saat ini dijabat Plt oleh Alwi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekda Pamekasan, dan saat ini juga menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum Politik Pemprov Jatim.

“Sekda kan bisa menjabat 6 bulan ke depan,” tandas Dewanti.

Sementara itu, ditanya terkait RPJMD, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, pihaknya memiliki waktu setidaknya maksimal 6 bulan sejak Desember akhir. Karena saat menyusun APBD 2018 pihaknya menggunakan RPJMD Provinsi Jatim. Punjul mengatakan dalam penyusunan RPJMD ini tidak jauh berbeda dengan RPJMD Provinsi Jatim.

“Hampir sama, seperti kesehatan, pendidikan. Ya secepatnya disusun, karena kemarin memang belum ada RPJMD nya. Bulan Februari sudah harus selesai, karena hanya 6 bulan saja,” kata Punjul.

Punjul menegaskan, hanya ada beberapa saja poin yang harus ditambahi. Seperti dari segi peningkatan PAD, pariwisata. Lalu juga seperti program pemberian asupan gizi bagi ibu hamil hinga menjalani proses melahirkan dengan aman. Pembiayaan bagi ibu hamil di Kota Batu akan dicover oleh Dinas Kesehatan.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved