Pilgub Jatim
Kabar Pengunduran Diri Azwar Anas Menyebar, Ternyata Ini Awal Pesan yang Menyebar di Media Sosial
Dalam pesan tersebut, pencalonan Anas sebagai pendamping Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dianggap menggerus suara pasangan ini.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Kabar pengunduran diri Abdullah Azwar Anas dari pencalonan Wakil Gubernur Jatim tiba-tiba merebak.
Kabar itu diketahui bermula dari broadcast permintaan pengunduran dirinya.
Tak jelas, siapa pengirim awal broadcast tersebut.
Namun, tujuan isi pesan yang disebar berantai tersebut tertulis nama 'para kyai, bunyai dan tiem relawan'.
Dalam pesan tersebut, pencalonan Anas sebagai pendamping Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dianggap menggerus suara pasangan ini.
Sehingga, Anas pun diminta mundur, serta Gus Ipul diminta mencari menggantinya.
Secara lengkap, berikut pesan broadcast tersebut:
'Assalamulaikum para kyai, bunyai dan tiem relawan.
Bahwa karena hasil survey , keberadaan mas Azwar Anas ternyata mengurangi elektabilitas Gus Ipul maka keberadaannya sbg cawagub ditinjau ulang oleh partainya dan sekarang masih dalam proses penggantian .
Mohon doa smg penggantinya mas Anas nanti akan lbh mendongkrak suaranya Gus Ipul.
Dan Gus Ipul akan menjadi pemenang dlm Pilgub 2018
Al Fatihah....'
Di sisi lain, bakal calon Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, mengaku terkejud dengan isu pengunduran diricalon pasangannya di pencalonan tahun depan, Abdullah Azwar Anas.
"Saya terkejut ketika mendengar itu," ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut pada acara temu jurnalis di Surabaya, Kamis (1/4/2017).
Kini, ia tengah menunggu rekomendasi lanjutan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
"Kami tunggu sejumlah isu yang tengah dibahas," lanjut pria yang kini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim ini.
Ia pun mengaku siap andai pada akhirnya ia tak lagi 'berjodoh' dengan Anas.
"Kalaupun nanti harus ganti pasangan, itu adalah hal yang biasa," lanjutnya.
Saat ini, dua partai pengusungnya, PDI Perjuangan bersama PKB tengah membahas isu tersebut.
"Kami percayakan kepada masing-masing partai untuk menentukan keputusan," lanjutnya.
"Pada dasarnya, kami terkejut namun menganggap wajar. Sebab, beginilah politik," pungkasnya.