Malang Raya
Sering Banjir, Muspika Kepanjen dan Warga Normalisasi Saluran Irigasi
Muspika Kepanjen bersama warga membersihkan saluran irigasi yang sering dilanda banjir di Desa Dilem, Jumat 12/1/2018).
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Muspika Kepanjen bersama warga membersihkan saluran irigasi yang sering dilanda banjir di Desa Dilem, Jumat 12/1/2018).
Sebab, sejumlah saluran irigasi mengalami pendangkalan sehingga air tidak mengalir secara normal dan sering menyebabkan banjir.
Camat Kepanjen, Abai Saleh mengatakan gotong royong ini membersihkan saluran irigasi sepanjang 600 meter.
Tidak normalnya saluran irigasi itu berdampak pada pengairan sawah seluas sekitar 17 hektar di Dusun Ngantru.
“Selain mengatasi banjir saat hujan, normalisasi saluran air irigasi ini sekaligus memperlancar air ke area persawahan,” kata Abai Saleh kepada SURYAMALANG.COM.
Menurutnya, gotong royong tersebut merupakan kegiatan rutin setiap Jumat.
Namun, sasaran kegiatan itu ditujukan untuk kebersihan lingkungan dengan lokasi berbeda.
Terutama, untuk membersihkan lingkungan di sepanjang jalan protokol di Kota Kepanjen.
“Apalagi Kepanjen dipersiapkan untuk penilaian Adipura.”
“Jadi lingkungan harus bersih agar bisa mendapat piala bidang lingkungan bersih itu,” ucap Abai Saleh.
Sementara itu, Kades Dilem, Suhadi Rofiq mengatakan normalisasi saluran irigasi itu harus dilakukan.
Sebab, saluran irigasi sudah dangkal akibat sedimen tanah atau lumpur.
Selain itu, debit air berkurang di sungai Pinang Racik berkurang pada musim kemarau.
Hal itu menyebabkan Sungai kering akibat terhambat sedimen.
Apalagi Sungai Pinang Racik sering dimanfaatkan untuk aktivitas warga.
“Makanya kebersihan sungai harus dijaga.”
“Jangan sampai kering pada musim kemarau dan airnya meluber pada saat musim penghujan,” tutur Suhadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/normalisasi-saluran-irigasi-di-desa-dilem-kepanjen-kabupaten-malang_20180112_170042.jpg)