Malang Raya
Semua Pelajaran Masuk USBN, Ini Respon Kepala SMP, SMA dan SMK Kota Malang
Soal esai USBN itu sejatinya untuk mengukur nalar. Tapi masalahnya apakah di pembelajaran sekolah sehari-hari sudah seperti itu.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pelaksanaan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) di jenjang SMP dan SMA serta SMK mengalami perubahan dari mata pelajaran (Mapel) yang diujikan.
Di tahun 2018 ini USBN akan berlaku untuk semua Mapel.
Terkait pola USBN yang berubah ini, Kepala SMAN 6 Kota Malang, Haryanto menyatakan masih menunggu POS (Prosedur Operasi Standar) soal USBN .
Meski demikian pada intinya sekolah siap saja jika seluruh Mapel USBN.
"Sementara ini POS USBN belum terbit," kata Haryanto, Senin (15/1/2018).
Karena ujian yang berlaku sekarang adalah USBN, maka sistem harus sama antar sekolah.
Yaitu harus tunduk pada apa yang ada di POS USBN yang belum terbit.
Selain memberlakukan semua Mapel sebagai materi USBN, soal ujian juga ada yang dalam bentuk esai.
Baca: Ada Perubahan Mata Pelajaran yang Diujikan di USBN 2018, Siswa dan Wali Murid SMP dan SMA Perlu Tahu
Ambarwati, Kepala SMA Islam Nusantara Kota Malang menyatakan dengan adanya esai di USBN, maka ini mengakomodasi beragamnya kondisi sekolah dan siswa di Indonesia.
"Ini kebijakan baik. Sehingga daerah lebih diberi wewenang tentukan soal sesuai kondisi dan ketuntasan," kata Ambar.
Menurut dosen Unisma ini, soal esai USBN itu sejatinya untuk mengukur nalar.
Tapi masalahnya apakah di pembelajaran sekolah sehari-hari sudah seperti itu.
Yaitu siswa sudah diajak dan terbiasa berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill/HOTS)? Sehingga memang perlu dibiasakan.
Kepala SMPN 6 Kota Malang, Risna Widyawati, menyatakan akan mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/siswa-kelas-9-di-smpk-mardiwiyata_20170425_172306.jpg)