Jumat, 15 Mei 2026

Travelling

Bermain Rafting saat Musim Hujan, Operator Rafting di Kota Batu Terapkan Prosedur Ini

Sama seperti Batu Rafting, pihak Kali Watu tidak akan memberangkatkan rombongan jika debit air di atas 50 cm.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/IST
Para wisatawan bermain rafting di Kali Brantas, Kota Batu. Meskipun musim hujan, namun justru memacu adrenalin bermain rafting. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Saat musim hujan tiba, usaha wisata rafting di Batu Rafting ternyata diminati banyak orang.

Jika dalam sebulan biasanya ada 300 orang yang rafting, saat musim hujan seperti saat ini jumlah tamu justru bisa melonjak hingga 700 orang.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan rafting karena saat musim hujan sungai yang dilewati menawarkan tantangan tersendiri.

Saat bermain rafting di musim hujan, justru membuat adrenalin meningkat.

Hal itulah yang mendorong wisatawan di Batu Rafting meningkat saat musim hujan.

“Mereka rata-rata mencari tempat yang bisa memacu adrenalin. Makannya justru meningkat,” kata Ainul Sodikin, koordinator lapangan Batu Rafting, Jumat (26/1/2018).

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung di musim hujan, pihak Batu Rafting mengutamakan keselamatan bagi pengunjung.

Dijelaskan Ainul, jika biasanya hanya ada satu pemantau saja di sepanjang jalur sungai, kali ini disediakan tiga pemantau.

“Mereka memantau di garis start, pertengahan jalur dan di garis finish,” paparnya.

Mereka juga dilengkapi dengan alat komunikasi seperti handy talkie (HT) dan ponsel untuk memudahkan komunikasi.

Meskipun bermain rafting saat musim hujan memacu adrenalin, pihak Batu Rafting juga mempertimbangkan tinggi debitnya air.

Jika tinggi debit air di atas 50 cm, maka pihak Batu Rafting tidak memberangkatkan rombongan.

Mereka akan menunda hingga debit air menurun.

Sebagian besar wisatawan yang datang ke Batu Raftaing berasal dari luar kota maupun manca negara.

Mereka pun bisa memahami kondisi jika debit air di atas 50 cm.

Rute yang ditempuh di Batu Rafting bisa dibilang menjadi rute yang paling panjang di Kota Batu.

Batu Rafting memberangkatkan rombongan dari Desa Klerek di kawasan Cangar sampai titik akhir Desa Wukir.

Jarak yang ditempuh yakni sekitar 11 Km.

Hal berbeda justru dialami penyedia wisata rafting lainnya yakni Kali Watu.

Manager Operasional Kaliwatu Grup, Darmawan R Putra mengatakan kalau jumlah pengunjung yang bermain rafting di tempatnya menurun hingga 10 persen selama musim hujan.

Pengunjung yang rata-rata berada di luar kota kerap membatalkan bermain rafting demi keselamatan.

Namun begitu, mereka yang membatalkan bermain rafting bisa dialihkan dengan kegiatan lainnya seperti outbond atau pin ball.

“Karena kami di sini menyediakan satu paket. Jadi bisa dialihkan ke aktivitas lain,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.

Saat musim hujan seperti ini, pihak Kali Watu juga memberangkatkan rombongan lebih awal.

Biasanya berangkat pukul 8.00 WIB, kini bisa berangkat pukul 7.00 WIB.

Hal itu dilakukan mengingat biasanya hujan turun saat siang hari.

 "Kalau musim hujan susah diprediksi. Waktunya siang, makannya grup-grup kami awali,” ujarnya.

Sama seperti Batu Rafting, pihak Kali Watu tidak akan memberangkatkan rombongan jika debit air di atas 50 cm.

Wawan mengatakan, hal itu dilakukan karena sesuai SOP di pihak Kali Watu.

Ia memilih untuk mengembalikan uang daripada membuat laporan ke polisi.

“Berapapun dibayar tidak kami terima. Ini demi keselamatan bersama. Mending mengembalikan uang daripada harus laporan ke polisi,” paparnya.

Saat musim kemarau, Kali Watu mempersilahkan siapapun bisa bermain rafting.

Mulai dari anak TK hingga dewasa atau mahasiswa.

Namun saat musim hujan seperti saat ini, yang boleh bermain rafting minimal harus anak SMP.

Dua minggu terakhir, ada sekitar 3000 an orang yang bermain rafting.

Saat musim kemarau, angka itu bisa naik hingga 6000 orang.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved