Sabtu, 25 April 2026

Sidoarjo

VIDEO 'Nyoentik Mayit' Heboh, Lihat Ekspresi Dokter dan Perawat di Video Ini, Kasusnya Berlanjut

Ketika ditanya kenapa tak memberikan penanganan serius, si dokter malah terlihat kebingungan.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Irwan Syairwan
Hamzah menunjukkan foto almarhum ibunya 

SURYAMALANG.COM - Video viral terkait keluhan layanan rumah sakit kembali muncul.

Kali ini video yang jadi viral menunjukkan kemarahan keluarga pasien kepada dokter dan perawat ternyata terjadi di RS Siti Khodijah, Taman, Sidoarjo

Keluarga pasien ini marah karena menilai rumah sakit telah gagal menangani pasien.

Tak hanya marah, keluarga pasien ini ternyata sudah mempolisikan pihak rumah sakit ke Polda Jatim. 

Daud Hamzah pembuat video yang juga erupakan keluarga pasien yang merasa dirugikan rumah sakit menyatakan ibunya (Supariyah, 67) meninggal di RS tersebut pada 21 Desember 2017 lalu pukul 21.30 WIB.

"Meninggal karena saya menduga ibu saya diterlantar dan kemungkinan juga ada dugaan malapraktik terhadap ibu saya," kata Hamzah saat ditemui di rumahnya.

Hamzah menuturkan pada 20 Desember ibunya mengeluhkan pusing dan mual. Kemudian Hamzah membawa ibunya ke RS tersebut.

Saat tiba di RS, petugas resepsionis mengatakan ke Hamzah tak ada kamar kosong.

Kemudian Hamzah menanggapi petugas tersebut ingin memasukan ibunya sebagai pasien umum, bukan pasien JKN (BPJS).

"Petugasnya langsung mengatakan ada satu kamar kosong. Akhirnya ibu saya masuk pukul 11.30 WIB," sambungnya.

Mendapatkan ruang perawatan tak berarti mendiang Supariyah ditangani secara medis.

Hamzah mengaku ibunya dijanjikan akan ditangani dua dokter spesialis dalam dan syaraf.

Namun hingga keesokan harinya, ibunya sama sekali tak ditangani secara medis.

"Hingga malam hari keesokan harinya sampai keadaan ibu saya kritis juga belum ditangani. Saat itu pukul 20.00 WIB," ujarnya.

Hamzah yang sudah emosi meminta perawat untuk segera memanggil dokter spesialis yang dijanjikan itu.

Pada pukul 21.00 WIB belum juga datang, namun seorang perawat menyuntikan sesuatu ke ibunya tanpa mengecek kondisi mendiang Supariyah.

Namun, Hamzah curiga, ketika perawat menyuntik, keadaan ibunya dalam keadaan tak sadar, tak bergerak, dan tak merespon, sama sekali.

Hamzah mengecek nadi ibunya, ternyata tak ada denyut.

Ternyata Supariyah sudah meninggal.

Mengetahui hal itu Hamzah pun memprotes dokter dan perawatnya. 

Video saat protes itu ramai di media sosial beberapa hari terakhir. 

Pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke Polda Jatim.

Keluarga sudah  mengajukan somasi ke RS untuk meminta pertangghngjawaban penanganan medis ibu Supariyah.
"Tak ada tanggapan sama sekali oleh pihak RS," ucapnya.

Kuasa hukum keluarga, Achmad Yusuf, menambahkan pihaknya sudah mengirim dua somasi ke RS Siti Khodijah Taman. Somasi pertama tertanggal 10 Januari, namun tak digubris pihak RS.

"Somasi kedua 17 Januari baru ditanggapi. Isinya, mereka (RS) sudah lakukan sesuai SOP, meninggalnya ibu klien kami di luar kemampuan RS, dan kami diarahkan untuk menemui pengacara korporasi," tandas Yunus.

Yunus menyatakan pihaknya ingin meminta kejelasan terkait tak ditanganinya ibu Supariyah secara kekeluargaan.

"Kami lanjutkan somasi ketiga. Jika tak ditanggapi, kami akan langsung upayakan langkah hukum. Kami sudah melapor ke Polda Jatim dan MKDI terkait masalah ini," ungkap Yunus.

Pihak RS Siti Khodijah melalui Humas Emy Hudayanti, menyatakan belum bisa menanggapi peristiwa ini.

Namun, pihaknya bakal menggelar jumpa pers pada Selasa besok untuk menjelaskan duduk perkara tersebut.

"Besok (Selasa) akan kami jelaskan," ujar Emy melalui sambungan telepon

Video saat Hamzah memprotes dokter dan perawat viral di media sosial ketika diunggah di Facebook.

Video yang diberi judul 'Nyoentik Mayit' (Menyuntik Mayat) itu menarik perhatian warga net.

Ekspresi mengejutkan ditunjukkan sang dokter yang ditemui oleh keluarga pasien ini.

Ketika ditanya kenapa tak memberikan penanganan serius, si dokter malah terlihat kebingungan.

Mendengar komplain itu sang dokter lebih memilih dengan catatan di depannya.

Sedangkan dua perawat terlihat hanya duduk di depan dokter.

Pihak rumah sakit baru tahu satu pasiennya meninggal setelah diberi kabar dari pihak keluarga.

"Saya bilang ya tolong sampaikan kepada pimpinan anda dan dokter Hamd**"

"Apabila terjadi sesuatu dengan ibu saya sebelum dokter itu datang, aku tuntut semua. Tapi endak tau kamu laporkan endak"

"Anda seorang perawat dan seorang (dokter) spesialis, mengenali mayat saja endak tau"

"Ini (perawat) nyuntik mayit bukan pasien," terang pria dalam video tersebut.

Gegara keributan itu pengunjung rumah sakit sempat berhampuran ke luar ruangan.

Video ini diunggah oleh akun Facebook Meme Politik Indonesia, Minggu (28/1/2018).

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved