Senin, 18 Mei 2026

Banyuwangi

Suami Bakar Istri di Banyuwangi saat Hendak Salat Isya, Kemudian Suami Ikut Membakar Dirinya Sendiri

Suami Bakar Istri di Banyuwangi saat Hendak Salat Isya, Kemudian Suami Ikut Membakar Dirinya Sendiri

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
TERBAKAR - Polisi dari Polsek Gambiran, Banyuwangi, mendatangi pelaku dan korban yang merupakan pasangan suami istri di RSUD Genteng, Sabtu (25/4/2026) dini hari. Keduanya mengalami luka bakar ekstrem. 

Ringkasan Berita:
  • Suami di Banyuwangi membakar istri dan berakhir membakar diri sendiri, Jumat (24/4/2026) tengah malam
  • Peristiwa ini terjadi di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi
  • Sang istri mengalami luka bakar pada sekujur tubuh atau 100 persen. Sementara sang suami mengalami luka bakar 80 persen

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Suami di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, membakar istri dan berakhir membakar diri sendiri, Jumat (24/4/2026) tengah malam.

Suami dan istri tersebut mengalami luka bakar ekstrem di sekujur tubuh.

Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto menceritakan, peristiwa suami bakar istri tersebut terjadi sekitar pukul 23.50 WIB, atau menjelang tengah malam.

Sang suami, Sularni (63), tiba-tiba menyiramkan bensin kepada sang istri, Nur Khasanah (56).

"Ketika itu korban hendak melaksanakan salat Isya."

"Tiba-tiba suami menyiramkan bensin ke badan korban dan langsung menyulutkan api menggunakan korek," kata Dwi kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (25/4/2026).

Sulutan korek ke tubuh yang basah oleh bensin membuat api langsung membakar tubuh korban seketika.

Api merembEt dengan cepat hingga menyebar ke seluruh area tubuh.

Baca juga: Gugatan Ressa Terhadap Denada Senilai Rp 7 Miliar Ditolak PN Banyuwangi

Karenanya, korban langsung pergi keluar rumah dan berteriak meminta tolong.

Teriakan kencang itu memecah keheningan tengah malam di dusun tersebut dan membangunkan para warga lain.

Teriakan korban didengar antara lain oleh kakak kandung korban bernama Maksurin dan tetangga berjama Soleh.

Dua orang saksi itu melihat korban berteriak kesakitan dan tubuhnya terbakar.

"Mereka langsung menolong korban dengan cara menyiramkan air yang ada di kamar mandi menggunakan ember," sambung dia.

Setelah api pada tubuh korban padam, para saksi melihat adanya kobaran api di dalam kamar rumah.

Mereka langsung masuk untuk melihat sumber api.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved