Kamis, 30 April 2026

Jendela Dunia

Terungkap, Ternyata Belati Kuno Firaun Bukan Berasal dari Bumi, Tapi . . .

Beberapa artefak itu antara lain pisau belati dan perhiasan yang terbuat dari material langka pada zaman perunggu.

Tayang:
Editor: Zainuddin
Wikimedia Common
Belati yang ditemukan di makam Tutankhamun. 

Kesimpulan itu diperoleh dari hasil penelitian terhadap motif artefak yang berbeda.

“Ini menunjukkan peran besar orang-orang Siria kuno dalam penyebaran budaya selama Zaman Prunggahan,” katanya sebagaimana dilansir Mail Online.

Fakta menarik lainnya adalah keberadaan artefak yang bahan dasarnya bukan berasal dari bumi.

Dikutip dari Live Science, beberapa artefak itu antara lain pisau belati dan perhiasan yang terbuat dari material langka pada zaman perunggu.

Menurut penelitian terbaru, perajin kuno membuat artefak logam ini dengan material besi dari luar angkasa yang dibawa ke bumi oleh meteorit.

Albert Jambon, seorang ilmuwan arkeologi-Prancis dan seorang profesor di Universitas Pierre dan Marie Curie, di Paris menyimpulkan bahwa para perajin kuno ini tahu benar bahan yang paling bagus untuk dijadikan perhiasan atau senjata.

Makanya mereka mencari batu meteorit untuk mendapat material tersebut.

“Besi dari Zaman Perunggu itu berasal dari meteorit.”

“Ini membantah anggapan bahwa mereka melakukan peleburan besi di zaman perunggu,” tulis Jambon dalam penelitian tersebut.

Dia sudah menguji terhadap belati kuno, termasuk yang berasal dari makam Tutankhamun.

Akhirnya dia menemukan fakta sebenarnya.

Melalui pemindaian spektrometri sinar-x (XRF), diketahui bahwa belati kuno itu terbuat dari material yang mengandung hampir 11 persen nikel dan jejak kobalt.

Sebuah komposisi yang merupakan karakteristik besi dari luar angkasa yang ditemukan di banyak meteorit besi yang telah jatuh ke Bumi.

Mayoritas meteorit besi yang menghancurkan Bumi setiap tahun diperkirakan terbentuk di inti logam planetesimals - badan kecil di cakram cakram protoplanet yang mengorbit matahari pada tahap awal tata surya.

Akibatnya, meteorit ini mengandung kadar nikel atau kobalt tinggi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved