Jumat, 8 Mei 2026

Berita Madura

Finalis Dangdut Academy Zulfikar Novan Ditangkap Polisi terkait Narkoba, Pengakuannya Bikin Syok

Finalis ajang Dangdut D'Academy Zulfikar Novan (32) ditangkap polisi karena mengkonsumsi sabu.

Tayang:
Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Ahmad Faisol
Fikar D'Academy (tengah) ditangkap anggota Polres Bangkalan karena memiliki sabu. 

SURYAMALANG.com, BANGKALAN - Finalis ajang Dangdut D'Academy Zulfikar Novan (32) ditangkap polisi karena mengkonsumsi sabu.

Dalam pemeriksaan Zulfikar Novan atau yang terkenal dengan sebutan Fikar D'Academy itu mengaku mengkomsumsi narkoba jenis sabu sejak 2012.

Itu disampaikan di hadapan Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha dalam pers rilis di mapolres, Kamis (8 2/2018).

"Tahun 2012 sudah pakai (sabu). Buat doping, zikir, dan agar lebih fokus saat manggung," ungkap Fikar.

Fikar digelandang Satnarkoba Polres Bangkalan dari sebuah rumah kos di jalan Jokotole, Kelurahan Kraton, Rabu (7/2/2018) malam.

Ia tak bisa mengelak ketika polisi menemukan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 3,68 gram.

Polisi juga menyita perangkat alat isap sabu, kompor sabu, botol berisi alkohol, dan satu klip plastik kecil berisi serbuk sabu seberat 0,33 gram.

Pria beralamat di Jalan KH Hasyim, Kelurahan Demangan, Bangkalan itu mengaku, kendati terlempar dari Konser Final D'Academy 2014 silam, namun jadwal show di panggung-panggung orkes dandut terbilang padat.

"Kalau semalam ada job hingga tiga kali, saya pakai (sabu) sebelum manggung karena badan drop," ujar Fikar yang sering tampil bergaya gemulai dengan goyang 'puting beliung' saat di Konser D'Academy.

D'Academy merupakan program unggulan salah satu stasiun televisi swasta yang digelar perdana pada 2014. Ajang ini merupakan pencarian bakat generasi penyanyi dangdut terbesar di Indonesia dengan treatment yang fresh dan enerjik.

"Bagi teman se profesi yang terlanjur pakai sabu, segeralah berhenti. Tapi saya pakai sabu untuk kegiatan positif seperti berzikir dan menghibur orang," pungkasnya dengan wajah serius.

Pernyataan Fikar kontan saja membuat kaget Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha dan Wakapolres Kompol Imam Pauji yang berada di samping nya.

"Masak zikir dalam kondisi mabuk. Itu aliran sesat, sama halnya habis makan tidak cuci tangan. Biar dia bawa bakatnya untuk teman-teman di lapas," tegas Anis.

Menurutnya, seluruh agama di Indonesia melarang semua turunan dari psikitropika. Termasuk sabu- sabu yang sudah menjadi musuh negara.

"Ini sudah menyimpang, sudah melanggar dan di luar koridor hukum agama," jelas Anis.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved