Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Tahun 2018, Pemkot Batu Bakal Stop Pembangunan Hotel, Ini Alasannya . . .

Ia meminta kepada Pemkot Batu, agar segera diagendakan moratorium pembangunan hotel di Kota Batu agar tidak terlalu menjamur

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Hotel di Jalan Trunojoyo Kota Batu, Minggu (11/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Tahun 2018 Pemkot Batu tidak akan memberikan izin terkait pembangunan gedung di Kota Batu. Kalau pun ada itu merupakan kelanjutan dari tahun 2017.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menyebutkan, pembangunan yang diberhentikan ini seperti pembangunan toko ritel dan pembangunan hotel. Hal itu dikarenakan untuk mengefisiensi pembangunan yang sudah ada terlebih dahulu.

Apabila terlalu banyak, tidak akan fokus baik dari segi perizinan maupun segi lokasi.

"Kiranya kita antisipasi jangan sampai menjamur, terus tidak ada izinnya. Ujung-ujungnya nanti disegel. Itu yang kami hindari. Tahun ini stop pembangunan hotel, toko ritel di Kota Batu. Yang sedang proses ini merupakan yang sudah memiliki izin di tahun sebelumnya," kata Punjul, Minggu (11/2/2018).

Ia mengakui di tahun 2018 ini sudah ada beberapa permintaan perizinan yang masuk ke Pemkot Batu untuk mendirikan hotel baru. Namun, karena sudah komitmen, tidak akan memberikan izin tersebut.

Kalau pun ada, sudah pasti itu bangunan nakal yang tidak memiliki izin. Pihak Pemkot Batu memperketat pembangunan di Kota Batu ini karena selain dilihat dari segi tata letak bangunan di Kota Batu, juga dilihat dari segi persaingan.

Punjul menjelaskan, kalau Pemkot Batu tetap mempertahankan Kota Batu sebagai kota yang memiliki keindahan alam. Selain itu, tidak ingin lahan banyak yang tergusur karena bangunan.

"Banyak aspek yang harus diperhatikan. Kami juga harus memikirkan bagaimana caranya tidak banyak lahan yang beralih fungsi. Permintaannya Bu Wali Kota kan seperti itu," imbuh dia.

Belum lagi, dari segi persaingan. Jika pembangunan hotel baru terus dilanjutkan, menurut Punjul maka usaha seperti villa, homestay, akan kalah. Karena saat ini yang perlu diperhatikan juga ialah meningkatkan persaingan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Bambang Dharma Setia mengatakan, setiap pengusaha hotel, villa, homestay harus bersama-sama memikirkan bagaimana caranya bersaing. Ia mengatakan bahwa sejauh ini terjadi kejenuhan.

Karena pertambahan kamar dari 2015 ke 2017 itu ada 1000 kamar, jumlah ini belum di luar guest house.

"Itu yang sudah diberikan izin. Belum yang baru ini nanti. Jadi betul kalau di tahun ini harus berhenti dulu pembangunannya. Ambil nafas dulu lah," kata Bambang.

Ia menjelaskan, secara ekonomi pemilik hotel harus bersaing dari segi jual kamar. Menurutnya, pengunjung lebih baik mencari kamar yang murah serta fasilitas lengkap. Secara keseluruhan okupansi hotel akan terpenuhi jika Weekend, selebihnya hanya 70 persen saja okupansinya di hari biasa.

"Nah untuk meningkatkan pendapatan, setiap hotel mengadakan kegiatan. Semisal kalau kamar terus bertambah, lama-lama akan berkurang. Bagaimana caranya biar mereka tetap survive," imbuh dia.

Ia meminta kepada Pemkot Batu, agar segera diagendakan moratorium pembangunan hotel di Kota Batu agar tidak terlalu menjamur.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved