Malang Raya
Panitia Pemilihan Rektor Universitas Brawijaya Malang Batasi Alat Kampanye Para Calon
Panitia pemilihan rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang membatasi alat kampanye para calon.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Panitia pemilihan rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang membatasi alat kampanye calon. Per calon cukup menyediakan stand banner sebanyak 20 buah dan 50 leaflet.
"Untuk itu, semua harus diserahkan ke panitia dulu untuk mendapat stempel panitia untuk dilegalisasi," jelas Ahmad Imron Rozuli, Humas Pilres UB kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (14/2/2018).
Jika ditemukan lebih dari itu dan tidak ada legalisasinya, maka bagian umum akan mencopotnya.
Sebanyak 20 Stand banner itu dari empat calon akan dipasang di tiap fakultas dan rektorat. Begitu juga dengan leaflet.
Dengan alat kampanye itu, maka calon bisa bersosialisasi ke civitas akademi UB. Sedang alasan perlu adanya legalisasi pada benda-benda itu untuk menghindari pemasangan di mana-mana.
Kamis (15/2/2018), senat UB akan menetapkan empat calon rektor.
Diharapkan 171 anggota senat datang atau setidaknya memenuhi kuorum. Kemudian pada 16 Februari 2018 akan diumumkan nomer urut calon rektor berdasarkan abjad nama.
Pada 7 Maret 2018, empat calon akan memaparkan visi misi dihadapan senat lewat rapat terbuka.
"Setelah penetapan sampai menunggu waktu penyampaian visi misi akan diadakan dialog dengan civitas akademi UB. Sehingga mereka bisa mengenal empat calon rektor UB," jelas Imron.
Kemudian pada 8 Maret 2018 akan ada penetapan tiga calon dari empat calon dari senat untuk dikirim ke Menristekdikti. Mekanisme penyaringan itu melalui voting. Sedang pemilihan rektor dilakukan pada 16 April 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ahmad-imron-rozuli-humas-pilrek-universitas-brawijaya-malang_20180214_183652.jpg)