Kamis, 30 April 2026

Jendela Dunia

Hasil Penelitian, Profesi dan di Usia Inilah Pasangan Rentan Mengalami Perceraian

Komisiones Komnas Perempuan Indonesia mengungkap data, total kekerasan terhadap perempuan selama 2014 mencapai 293.220 kasus.

Tayang:
Editor: eko darmoko
pixabay/sevenminutechannel / 101 foto
ILUSTRASI 

Periset menemukan tingkat perceraian meningkat secara signifikan saat pasangan kurang menghabiskan waktu bersama setiap bulannya.

Berdasarkan data Armed Forces Health Surveillance Branch, angkatan laut berisiko mengalami perceraian hingga 12,52 persen.

Sementara itu, marinir menduduki persentase hingga 8,9 persen, angkatan darat mencapai 8,48 persen dan angkatan udara menduduki mencapai 14,6 persen.

Masalah kesehatan mental menambah ketegangan pada pernikahan.

Bahkan, para ahli melaporkan, faktor tersebut telah mengakibatkan 20 persen veteran Irak dan Afganistan melaporkan adanya gangguan stres dan depresi pasca trauma.

Riset lain dari Military.com, laman tentang profesi militer, menemukan fakta, anggota militer non aktif pun mengalami masalah dalam pernikahan.

Ini bisa diakibatkan oleh pernikahan yang terlalu muda dan terlalu sering berpindah-pindah.

Hamrick mengatakan, stres dalam pekerjaan bisa mempengaruhi kehidupan asmara.

Selain itu, masalah keuangan juga bisa menciptakan perpisahan.

Namun, berdasarkan laporan CNN tahun 2015, tingkat perceraian tertinggi di Indonesia justru disebabkan oleh kekerasan terhadap perempuan.

Komisiones Komnas Perempuan Indonesia mengungkap data, total kekerasan terhadap perempuan selama 2014 mencapai 293.220 kasus.

Kasus terbanyak yang diproses di pengadilan agama adalah gugat cerai (kekerasan rumah tangga) sebanyak 240.828 kasus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved