Pilgub Jatim

Gus Ipul dan Mbak Puti Unggul di Survei Polmark, Tim Pemenangan Belum Puas

SURVEI POLMARK: Pasangan Gus Ipul - Puti meraih 42,7 persen suara, pasangan Khofifah - Emil hanya 27,2 persen.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: yuli
bobby constantine koloway
Calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno hadir pada acara Rapat Kerja Cabang Khusus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo, Rabu (14/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Keunggulan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno dalam survei Polmark tak membuat partai pengusung berjumawa.

Sebaliknya, keunggulan tersebut justru menjadi pelecut bagi tim untuk semakin meningkatkan potensi kemenangan pasangan yang akrab disapa Gusti ini.

"Sebelumnya, kami berterimakasih kepada respons masyarakat yang sampai saat ini masih mendukung pasangan Gusti. Ini sebuah kabar baik bagi kami," ujar Sekretaris Tim Pemenangan Gusti, Sri Untari kepada Surya, Kamis (15/3/2018).

"Namun, hasil ini tak lantas mengendorokan ikhtiar kami. Kami masih menilai bahwa masih ada potensi lain yang bisa lebih dimaksimalkan. Pada intinya, kami belum puas," lanjut Untari yang juga Sekretaris DPD PDIP Jatim ini.

Menurutnya, elemen gabungan partai yang terdiri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta PDI Perjuangan baru mengawali pergerakan untuk langkah pemenangan.

"Kami masih mempunyai beberapa strategi lain, yang kami percaya dapat memaksimalkan perolehan suara Gusti dengan lebih maksimal. Di antaranya, terkait soal program yang seharusnya lebih banyak diketahui oleh masyarakat," tandas Anggota DPRD Jatim ini.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei Polmark yang dirilis Rabu (14/3/2018), pasangan calon gubernur-wakil gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) menjadi paslon yang leading dengan raihan 42,7 persen suara.

Sementara itu, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak hanya 27,2 persen. Selisih di antara keduanya mencapai 15,5 persen.

Menanggapi selisih hasil survei yang terpaut jauh tersebut, Untari menyebut belumlah mencapai angka aman pihaknya. Sebab, berdasarkan Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, partai berlambang moncong putih ini menargetkan dapat meraih 59 persen. Dengan kata lain, pasangan ini unggul 18 persen dari Khofifah-Emil.

"Target ini bukanlah target yang muda dicapai. Namun, cukup realistis untuk kami capai. Apalagi, pilkada masih sekitar tiga bulan lagi," ujarnya.

Satu di daerah yang akan ia optimalkan adalah kawasan Madura. Apabila meninjau survei Polmark, kawasan ini menjadi satu-satunya wilayah yang kalah dibanding Khofifah-Emil.

Di kawasan ini, Khofifah memimpin dengan 57,7 persen sedangkan Gus Ipul-Mbak Puti 25,4 persen.

"Masyarakat di sana belum banyak yang tahu tentang program yang digagas Gusti untuk Madura," ujar Untari.

Ia mencontohkan program yang digagas Gusti untuk mengatasi kesenjangan di Madura. Yakni dengan menyiapkan anggaran sebesar Satu Triliun Rupiah untuk Madura (Satria Madura).

"Inilah yang harus menjadi kerja keras bagi kami. Kader dan relawan harus lebih intensif dalam mengenalkan program. Dengan kerja keras yang optimal di sisa waktu jelang pelaksanaan pencoblosan mendatang," pungkasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved