Surabaya
Mulai 19 Maret, Ada Perubahan Jalur Keberangkatan Bus di Terminal Purabaya
#SURABAYA - Akan ada perubahan jalur bus, tapi perubahannya seperti apa ya tidak paham. Wong tidak ada penjelasan kok, kata penumpang.
Penulis: M Taufik | Editor: yuli
SURYAMALANG,COM, SIDOARJO – Sejumlah calon penumpang bus terlihat berkerumun di dekat eskalator ruang tunggu Terminal Purabaya Surabaya di Bungurasih, Sidoarjo, Jumat (16/3/2017).
Mereka di sana bukan untuk antre, tapi mereka menghentikan sejenak perjalanannya demi membaca sebuah pengumuman yang tertulis di baliho besar di sebelah eskalator tersebut.
“Mulai pukul 00.00 WB hari Senin tanggal 19 Maret 2018 diberlakukan pemindahan jalur keberangkatan AKDP dan AKAP di Terminal Purabaya. Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut silakan bertanya kepada petugas yang berseragam dinas di pos informasi terdekat,” demikian tulisan dalam poster pengumuman itu.
Melihat pengumuman ini, mayoritas pengunjung terminal jelas tidak paham.
“Paham bahwa akan ada perubahan jalur bus, tapi perubahannya seperti apa ya tidak paham. Wong tidak ada penjelasan kok,” kata Suhadi, warga Sidoarjo setelah membaca pengumuman itu.
Hal serupa disampaikan beberapa penumpang bus lainnya. Namun mereka mengaku santai saja, karena perubahan itu belum berlaku.
“Kan tidak sekarang. Nanti kalau ke sini lagi ya tanya saja ke petugas,” kata Khumaidi, juga warga yang sedang di terminal.
Dalam perubahan ini, dinas perhubungan berusaha menata jalur keberangkatan bus menjadi tiga bagian. Di sisi paling timur dipakai untuk bus AKAP (antar kota antar provinsi), sedangkan di tengah dan barat dipakai untuk bus AKDP (antar kota dalam provinsi).
“Bagian paling barat untuk AKDP patas dan tengah untuk AKDP kelas ekonimi,” ungkap Hardjo, Kasubnit Terminal Purabaya.
Dengan penataan ini, terhitung ada sejumlah jalur yang berpindah. Misalnya jurusan Purwokerto, Tasikmalaya, Bandung yang dulunya berada di jalur 14, nanti akan berubah ke jalur 17. Demikian halnya jurusan Solo dan Jogja dulu di gate 11 bakal pindah ke gate 18. Dan jurusan Solo, Magelang dulu jalur 4 pindah ke 20, dan bus jurusan Tuban, Semarang yang dulunya di jalur 4 akan pindah di jalur 21.
“Jurusan lain juga hampir semua berubah, termasuk Ambulu yang dulu di jalur 18 pindah ke jalur 14. Karena dulunya campur antara AKDP dan AKAP, sekarang dikelompokkan. Yang jelas, perubahan ini kami lakukan untuk memudahkan penumpang dalam mencari jalur bus yang hendak ditumpangi,” urai Hardjo.
Upaya pengelompokan itu, disebutnya karena selama ini banyak calon penumpang yang bingung mencari jalur atau shelter bus yang hendak ditumpangi. Banyak yang seharusnya ke shelter di sisi timur tapi berjalan ke barat, atau sebaliknya.
Tentang perubahan ini, jelas butuh proses. Tahap awal, disebutnya semua pengusaha atau PO bus sudah diajak bertemu untuk disosialisasi. Kemudian untuk calon penumpang, sosialisasi dilakukan dengan cara memasang sejumlah spanduk pengumunan di berbagai sudut terminal.
“Pas pelaksanaan nanti, kami akan tempatkan banyak personil di sejumlah titik untuk mengarahkan penumpang menuju bus yang hendak ditumpangi. Perkiraan kami, proses adaptasi untuk bus bakal butuh sekitar dua hari, sementara bagi pengunjung paling sekitar satu minggu,” sebutnya.
Petugas yang akan disebar untuk proses perubahan ini, bakal ditempatkan di dekat escalator sebelum naik ke ruang tunggu di lantai dua, tiga titik di atas atau di depan escalator ruang tunggu lantai dua, lima titik disebar di lantai dua pintu menuju jalur keberangkatan, serta tujuh titik di bawah tangga dekat bus di lokasi jalur keberangkatan yang dilengkapi dengan masing-masing satu kordinator.