Sabtu, 16 Mei 2026

Malang Raya

Polres Malang Kota akan Operasi Bilik ATM

#MALANG - Lowokwaru banyak ATM karena banyak terdapat mahasiswa. Ini kami lakukan untuk mencegah model pembobolan skimming.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
sugiharto
SKIMMING - Petugas sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan penduplikatan data ATM Bank Mandiri di Cabang Graha Pena, Surabaya, Senin (19/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJENPolres Malang Kota akan melakukan patroli ke bilik ATM, Senin (26/3/2018). Patroli ATM ini dalam rangka antisipasi skimming yang merugikan nasabah bank. Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan, Polisi akan menyusur sejumlah titik yang terdapat banyak ATM nya seperti di kawasan Kecamatan Lowokwaru.

“Lowokwaru banyak ATM karena banyak terdapat mahasiswa. Ini kami lakukan untuk mencegah model pembobolan skimming,” ujar Marhaeni, Sabtu (24/3/2018).

Heni menambahkan, polisi yang akan melakukan patroli berasal dari Satuan Sabhara Polres Malang Kota. Namun Heni belum bisa menjelaskan berapa banyak petugas yang akan melakukan patroli.

Di sisi lain, Heni mengatakan sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke polisi tentang adanya korban skimming di ATM. Patroli ATM itu hanya upaya untuk mengantisipasi agar peristiwa yang terjadi di luar Kota Malang tidak terulang di Kota Malang.

“Di Kota Malang belum ada, kami cuma antisipasi,” paparnya.

Tidak ada alat khusus yang dibawa oleh petugas saat patroli nanti. Petugas akan memeriksa ATM dan kelengkapan keamanan di ATM seperti CCTV. Selain itu petugas juga akan mencari apakah ada stiker-stiker penipuan di sekitar ATM.

“Kita cuman lihat, apakah ada CCTV atau tidak. Apakah ada stiker-stiker itu?” imbuh Heni.

Rencananya Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri turun langsung dalam operasi ATM nanti.

Sekadar informasi, para nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ngadiluwih, Kabupaten Kediri melaporkan saldo tabungannya berkurang secara misterius. Kasus dugaan pembobolan dana nasabah terjadi di dua Kantor Unit Cabang BRI Ngadiluwih dan BRI Purwokerto Ngadiluwih.

Sebanyak 87 nasabah komplain terkait saldo tabungannya yang tiba-tiba berkurang. Nominalnya cukup fantastis, secara akumulasi Mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta. Dedi Kusnadi, Pimpinan Bank BRI Cabang Kediri membenarkan pembobolan rekening tabungan milik nasabahnya adalah kejahatan perbankan skimming.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved