Malang Raya
Musim Hujan, Produksi Susu Sapi di Kota Batu Berkurang
Saat musim hujan, peternak sapi perah kesulitan memproduksi susu sapi. Seperti yang dialami peternak sapi perah di Desa Punten.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Saat musim hujan, peternak sapi perah kesulitan memproduksi susu sapi.
Seperti yang dialami peternak sapi perah di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Baru.
Peternak sapi, Ribut Hartono (57) mengungkapkan banyak peternak yang mengeluhkan hasil produksi susu sapi.
“Kalau musim hujan, susunya memang berkurang.”
“Tetapi saat musim kemarau, susunya kembali seperti semula,” kata Ribut kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (25/3/2018).
Peternak harus pandai memberi makan sapinya.
Sapi tidak selalu diberi rumput.
Jika sapi hanya makan rumput, itu akan mempengaruhi produksi susunya.
Peternak bisa memberi makanan lain atau suplemen.
“Bisa juga angka kelahiran sapinya ditingkatkan. Jika angka kelahiran sapi tinggi dan stabil, produksi susunya juga akan stabil,” ungkapnya.
Sementara itu, pengelola peternakan di di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Prasetyo Wibowo memperkirakan penyebab sapi tidak mau makan karena rumputnya basah.
“Biasanya sekali perah bisa menghasilkan sampai 25 liter.”
“Namun saat musim hujan, susunya berkurang sampai lima liter,” kata Wibowo.