Nasional
Ya Ampun! Tim Peneliti Temukan Cacing Pita Sepanjang 10,5 Meter di Perut Pria Ini
Tim Peneliti Cacing Pita FK UISU, Medan menemukan cacing pita sepanjang 10,5 meter yang dikeluarkan seorang warga bersama kotorannya.
SURYAMALANG.COM - Tim Peneliti Cacing Pita Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU), Medan menemukan 171 kasus warga terkena cacing pita di Nagori Dolok pada 2 November 2017.
Tim menemukan cacing pita sepanjang 10,5 meter yang dikeluarkan seorang warga bersama kotorannya.
Ketua Tim Peneliti Cacing Pita FK UISU, dr Umar Zein menyebutkan memperkirakan mayoritas warga di enam nagori di Kecamatan Silau Kahean mengidap penyakit cacing pita.
Penyebabnya, warga mengonsumsi makanan khas Simalungun, yaitu hinasumba atau holat yang bahannya dari daging babi.
“Daging babi itu dimakan, tapi masaknya tidak sempurna atau sama sekali tidak dimasak. Itulah penyebabnya,” kata Umar, Senin (26/3/2018).
Umar mengakui tidak ada obat khusus cacing pita tersebut di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun.
Bahkan obatnya juga tidak ada di Medan.
Makanya FK UISU kerja sama dengan tiga universitas asal Jepang dan empat universitas di Indonesia terkait penemuan endemik penyakit cacing pita (Taeniasis) tersebut.
“Kami kerja sama dengan universitas di Jepang agar mereka meneruskan hasil penelitian ke WHO.”
“Kami berharap bisa memberi bantuan untuk pengobatan penyakit cacing pita ini,” terang Umar.
Disebutkan, tim sudah selesai memeriksa molekuler terhadap empat sampel cacing pita, termasuk draf artikel ilmiah.
Selanjutnya, artikel tersebut dikirim ke badan dunia World Health Organization (WHO) guna melanjutkan proses penelitian atas penemuan endemik Taeniasis.
“Sambil menunggu dukungan dari WHO, tim FK UISU akan turun lagi ke lokasi yang sama di mana tempat pertama kali ditemukan cacing pita,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Surbabel Saragih mengakui tidak ada obat cacing pita untuk orang dewasa.
Surbabel mengatakan jika pihak FK UISU menemukan warga menderita penyakit cacing pita di Nagori Dolok, pihaknya tidak memiliki obat untuk penyakit itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tim-fk-uisu-medan-saat-menunjukkan-cacing-pita-senin-2632018_20180328_121817.jpg)