Selasa, 21 April 2026

Malang Raya

Bicara Tentang Kuliner Khas Kota Malang, Tentu Bakso dan Cuimie

Bakso dan cuimie adalah makanan khas dan terkenal dari MalangRaya, termasuk Kota Malang.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
kompas.com
Bakso. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Bakso dan cuimie adalah makanan khas dan terkenal dari MalangRaya, termasuk Kota Malang.

“Kalau bicara tentang kuliner khas Kota Malang, ya bakso dan cuimie.”

“Seharusnya itu yang menjadi ciri khas Kota Malang.”

“Dua jenis kuliner ini yang seharusnya diangkat Pemkot,” kata Febi Damayanti, Asisten Manajer Usaha Jasa Sarinah Jatim.

Sebagai Arek Malang, Febi melihat dua jenis kuliner ini yang menjadi ikon Kota Malang.

“Bakso,” kata Wahid Wahyudi, Pjs Wali Kota Malang saat ditanya makanan favoritnya di Kota Malang.

Jika masuk Kota Malang, bakso dan cuimie memang bukan hal sulit ditemukan.

Saat ini mencari bakso dan cuimie yang melegenda, atau mie kekinian, sangat mudah di Kota Malang.

Untuk edisi HUT Kota Malang ke-104 ini, SURYAMALANG.COM menelusuri bakso dan cuimie atau mie yang terbilang tua usianya dan melegenda.

Bakso Kota Cak Man dan Mie Pojok Bromo.

Dua tempat ini masih bertahan di tengah gempuran makanan serupa yang dikemas ataupun dipasarkan ala kekinian.

Mie Bromo Pojok bisa ditemukan di Jalan Pattimura.

Produk ini berdiri sejak tahun 1984, dan terus bertahan di tengah kehadiran mie kekinian.

Sebelum ada di Jalan Pattimura, mie ini berada di pojokan Jalan Bromo.

“Makanya diberi nama Mie Bromo Pojok,” ujar Toni Bambang Hariyanto, pengawas Mie Bromo Pojok.

34 tahun berselang, mie yang didirikan Linawati ini telah memiliki lima outlet dengan 28 karyawan.

Setiap hari, mie ini menghabiskan 20-50 kilogram (Kg) bahan.

Setiap hari warung makan mie ini menyiapkan sekitar 300 porsi.

Sebagai mie berusia tua, Mie Bromo POjok kerap mengandalkan pengunjung yang ingin bernostalgia ke Kota Malang.

“Kadang pengunjung ingin bernostalgia. Sehingga pelanggan kami kebanyakan dari luar Kota Malang, seperti Surabaya, dan Jakarta,” ujarnya.

Namun Mie Bromo Pojok tidak ingin terjebak nostalgia.

Pengelola mie bergerak maju seiring keinginan lidah pelanggan.

Di antaranya menyajikan variasi menu baru.

Hal ini dilakukan untuk memanjakan pelanggan di tengah tumbuhnya kedai mie yang menawarkan sajian kekinian.

“Saat ini banyak pesaing. Kekuatan kami ada di rasa, dan kami jamin halal.”

“Menu andalan adalah pangsit ayam jamur dan pangsit mie ayam. Juga ada menu baru seperti mie sosis keju,” terang Toni.

Mie Bromo Pojok juga menyajikan es campur, es serut yang ditampilkan secara menarik dengan aneka macam
isi tergantung selera.

Tidak hanya mie atau cuimie legenda di Kota Malang.

Wisatawan juga mudah menemukan kedai mie kekinian.

Di antaranya adalah mie yang dikenal dengan aneka level.

Sebut saja Mie Setan di Jalan Bromo.

Kedai mie ini menyajikan mie dengan aneka level pedasnya.

Minuman dinginnya juga dinamakan tidak jauh dari nama hantu, seperti es pocong.

Ketika ingin makan bakso pun sangat mudah menemukan, mulai kedai bakso legenda, kedai bakso kekinia, atau sekadar bakso rombong di pinggir jalan.

Bakso yang termasuk dalam kategori usia tua adalah Bakso Kota Cak Man.

Saat ini usianya sudah mencapai 38 tahun.

38 tahun berselang, Bakso Kota Cak Man memiliki enam outlet di Kota Malang.

Merek ini juga menyebar di sejumlah kota di Indonesia dalam sistem waralaba.

Outlet awal Bakso Kota Cak Man bisa ditemukan di Jalan Bantaran, tak jauh dari kantor KPU Kota Malang.

Di jalan ini, outlet Bakso Kota Cak Man menempati rumah milik sang pemilik, Abdul Rahman Tukiman (53) alias Cak Man.

“Saat ini yang memakai sistem waralaba ada sekitar 100 outlet di seluruh Indonesia,” ujar Muarif, koki di Bakso Kota Cak Man.

Untuk mempertahankan rasa, Bakso Kota Cak Man memakai satu dapur untuk mengolah bakso dan variannya.

Kemudian didistribusikan ke enam outlet di Kota Malang.

Sedangkan untuk outlet di luar Kota Malang, Bakso Kota Cak Man melatih para chef di setiap outlet.

“Tidak mungkin mengirim barang dari sini. Karenanya, kami latih para chef di setiap outlet di luar kota.”

“Ini untuk mempertahankan rasa,” ujar Muarif.

Saat ini Bakso Kota Cak Man bisa menghabiskan 70-80 Kg daging sapi, dan 40 Kg daging ayam.

Di masa liburan, bisa menghabiskan bahan daging sapi sekitar 1 kuintal.

Varian Bakso Kota Cak Man juga menyesuaikan kondisi saat ini.

Karenanya tersedia bakso urat, halus, pedas, dan varian gorengan lain seperti goreng isi udang, siomay sayur, usus ayam, dan sebagainya.

Jadi tidak usah bingung mencari kedai bakso atau mie legenda
di Kota Malang.

Selamat berkuliner.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved