Malang Raya
Mengintip Aneka Jasa yang Tersedia di Kota Malang, Tak Hanya Sekedar Makanan dan Oleh-oleh
Kota Malang tidak memiliki destinasi wisata alam. Kota Malang juga tidak ada destinasi wisata buatan.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Hindia Belanda membentuk Kota Praja Malang, di antaranya untuk tempat peristirahatan.
Dalam sejarahnya, Kota Malang juga menjadi daerah pertahanan.
Memiliki dua karakter ini berdampak pada sektor lain, yakni transportasi dan hingga akhirnya tumbuh sektor ekonomi.
Kota Malang terbentuk dengan dilengkapi jalur jalan raya dan kereta api.
Di antara fungsinya adalah sebagai jalur perdagangan, dan pergerakan manusia.
Jika menengok paparan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan (Barenlitbang) Kota Malang tentang komposisi sektor ekonomi, terlihat bahwa Kota Malang merupakan kota jasa.
Jasa niaga (perdagangan), pendidikan, penyediaan penginapan, dan makan minum, juga informasi dan komunikasi.
Aneka jasa ini pula membentuk komunitas jasa pariwisata.
Ketika belanja, kuliner, dan menginap di hotel termasuk dalam kegiatan rekreatif yang menghibur, Kota Malang memenuhi unsur jasa pariwisata.
Aneka jasa di Kota Malang ini untuk menopang daerah tetangga.
Begitu pula sebaliknya, Kota Malang juga ditopang daerah tetangga.
Seperti diketahui, Kota Malang tidak memiliki destinasi wisata alam seperti di Kabupaten Malang.
Kota Malang juga tidak ada destinasi wisata buatan seperti di Kota Batu.
Namun Kota Malang memiliki penunjangnya, di antaranya adalah tempat penginapan.
Berbicara tentang belanja atau window shopping, Kota Malang adalah tempatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wisata-belanja-tugu_20170305_210021.jpg)