Sains

Hujan Meteor Lyrid Bisa Dilihat di Malang, Surabaya, Pasuruan dan Seluruh Indonesia, Ini Syaratnya!

FENOMENA ALAM YANG INDAH! Hujan meteor Lyrid muncul besok malam. Inilah lokasi terbaik agar puas melihatnya!

Space.com

SURYAMALANG.com - Pada akhir bulan april ini, bakal ada fenomena alam yang luar biasa yang terjadi di langit kita.

Fenomena itu adalah munculnya hujan meteor Lyrid, jejak berdebu dari komet dengan orbit berabad-abad mengelilingi matahari.

Dilansir dari space.com, kehadiran hujan meteor Lyrid ini beruntun sejak tanggal 16 April hingga 25 April. Sedangkan, puncak dari hujan meteor ini akan terjadi pada hari Sabtu (21/4/2018) dan Minggu (22/4/2018).

Fenomena alam ini muncul setiap tahun, dikarenakan bumi sedang melewati jejak atau sisa debu yang ditinggalkan oleh komet Tacher. Sisa-sisa debu itulah yang selanjutnya akan nampak dari bumi sebagai hujan meteor.

Baca: Kepergok Tak Senonoh dengan SPG di Tulungagung, Ini Tampang & Ciri-ciri Pengendara Matic itu

Baca: Bakal Ada Fenomena Alam Menakjubkan, Mulai Besok Ada Hujan Meteor di Indonesia!

Baca: Kronologi Guru Tampar Murid di Purwokerto Jawa Tengah, Ternyata Sempat Izin Wali Kelas

Dilansir dari Kompas.com, Astronom amatir, Mutoha Arkanuddin, menuturkan bahwa hujan meteor Lyrid ini akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Lantas, tahukah anda waktu dan tempat terbaik untuk melihat keindahan alam ini? Simak penjelasan berikut!

Menurut Bill Cooke, pakar meteor NASA, kepada Space.com, waktu terbaik untuk melihat hujan meteor Lyrid ini adalah pada dini hari, Minggu 22 April 2018. Puncak pertunjukan hujan meteor ini adalah sebelum fajar.

Ia juga menuturkan bahwa rata-rata hujan meteor memproduksi 15 hingga 20 meteor per jam. Tahun ini, hujan meteor diperkirakan akan muncul 18 meteor per jam.

Baca: Ingat Kasus Mirna Kopi Vietnam? 2 Tahun Berlalu Seperti ini Kabar Kembarannya, Made Sandy Salihin

Baca: Terbongkar! Teller BRI Berbuat Curang, Transfer Rp 1,2 Miliar Secara Illegal

Selama beberapa tahun, hujan meteor Lyrid dapat menghasilkan hingga 100 meteor per jam. Fase inilah yang disebut "ledakan". Namun masih sulit untuk memprediksikan dengan tepat kapan hal tersebut terjadi.

Ia menuturkan, jumlah meteor yang muncul tergantung variasi kejadian tiap tahun. Dan juga, fenomena alam ini memiliki tingkat kecerahan sedang.

Dari Mutoha Arkanuddin, ia menuturkan bahwa bulan ini sedang memasuki fase kuartal pertama. Dengan kata lain, bulan lebih cepat terbenam dan langit pada tengah malam akan gelap. Saat langit gelap, kita bisa menikmati fenomena hujan meteor dengan lebih jelas lewat mata telanjang.

"Hujan meteor akan sangat bagus kalau dilihat dengan mata telanjang. Jika ingin memotretnya, bisa menggunakan teknik long exposure. Nanti akan terlihat garis garis di langit," imbuhnya.

Ia menambahkan, tiga lokasi terbaik untuk melihat hujan meteor ini adalah lokasi yang jauh dari cahaya kota, di tanah lapang, dan pada saat langit cerah. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved