Ada Benjolan Pada Tulang Disertai Nyeri, Waspada Kanker Tulang
Dr. Ulinta P. Pasaribu, Sp.Rad (K) Onk. Rad, menjelaskan benjolan pada bagian tulang bisa jadi tumor yang berubah jadi kanker tulang.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: yuli
Karena walau sudah dinyatakan sembuh, tapi sel kanker bisa terjadi metastase (penyebaran jauh) baik di paru atau otak.
Masih sama seperti kanker kebanyakan, pengobatan kanker tulang harus diketahui stadium dan jenis histology patologi anatomi pasien.
Terapi kanker tulang yang umum dilakukan seperti pembedahan, kemoterapi, dan radiasi.
"Semua terapi masing-masing ada indikasinya, kalau stadium dini bisa operasi ya operasi, diambil tumornya saja. Tapi kalau perlu amputasi ya amputasi. Makanya harus diketahui sedini mungkin agar tidak terlalu melekat atah menyebar ke jaringan lainnya," jelasnya.
Janis Kanker Tulang
Gejala yang muncul pada pasien kanker tulang berbeda-beda. Untuk membedakannya kanker tulang dibagi menjadi beberapa jenis. Diantaranya :
1. Oesteosarcoma berkembang diujung tulang panjang, pada tulang yang sedang aktif pertumbuhannya.
2. Biasa juga terjadi pada tulang kering, paha, dan lengan Chondrosarcoma berkembang didalam sel tulang rawan.
3. Biasa menyerang Tulang Paha, panggul, rusuk, belokat atau tulang bagian atas.
4. Sarcoma ewing's berkembang dalam jaringan saraf yang belum dewasa pada sumsum tulang. Biasanya menyerang tulang paha kering, dan panggul.
5. Chordoma seringkali muncul pada dasar tulang tengkorak atau pada tulang belakang.
"Janis kanker tulang yang sering terjadi adalah oesteosarcoma, sarcoa Ewing's, dan chondrosarcoma," ujar dr Ulinta.
Oesteosarcoma puncak pertama terjadi pada populasi muda, atau sekitar usia 18 tahun. Sedangkan puncak kedua terjadi pada usia 50 tahun, lanjutnya.
Sampai saat ini Sarcoma Ewing‘s merupakan jenis kanker tulang terganas kedua terbanyak, penderita puncaknya terjadi pada anak usia dibawah 10 tahun, atau dekade pertama. Sementara Chondrosarcoma terbanyak terjadi didekade tiga sampai enam.
"Meski jumlah penderita kanker tulang di Indonesia sedikit sekali atau 0,2 persen saja. Namun tetap saja harus waspada. Kemungkinan sembuh cukup besar jika diketahui sejak dini. Karena tentu kondisinya belum terlalu besar, ataupun menempel pada tulang," katanya menenangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dr-ulinta-p-pasaribu-sprad-k-onk-rad_20180427_150555.jpg)