Sidoarjo
Gara-gara Burung, TKI Ini Pilih Kabur dari Bandara Juanda, Sidoarjo, Begini Kisahnya
Jangan sembarangan membawa burung. Seperti yang terjadi di Bandara Juanda, Sidoarjo ini.
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Ketahuan membawa burung saat di Bandara Juanda, Sidoarjo, seorang penumpang pesawat AirAsia jurusan Malaysia-Surabaya langsung kabur, Jumat (27/4/2018).
Penumpang itu diketahui berinisial Yx (45).
Yx merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI).
“Identitasnya kurang jelas, karena dia langsung kabur,” kata Muhlis Natsir, Kabid Pengawasan dan Penindakan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya kepada SURYAMALANG.COM.
Kasus ini bermula saat petugas bandara mencurigai koper yang melintasi X-ray.
Setelah dibuka, ternyata ada 11 burung Kacer di dalamnya.
Burung itu dimasukkan ke dalam paralon kecil yang sudah dipotong sepanjang sekitar 15 sentimeter.
“Saat petugas memeriksa itu, pemiliknya langsung kabur,” tambahnya.
Burung dalam koper itu lantas disita petugas.
Saat ditemukan, tiga dari 11 burung itu sudah dalam kondisi mati.
Selanjutnya, sembilan burung Kacer yang tersisa itu dibawa ke Balai Karantina Surabaya di Jalan Juanda.
Sebenarnya, membawa burung Kacer dari Malaysia tidak dilarang.
Namun, prosesnya tetap harus izin pihak berwenang di Malaysia.
Ketika tiba di Indonesia juga harus melalui proses di Balai Karantina.
“Dalam kasus ini, dia tidak mengantongi dokumen atau perizinan sama sekali.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/petugas-menunjukkan-burung-yang-disita-dari-tki-yang-membawanya-dari-malaysia_20180427_190041.jpg)