Surabaya
Pelayaran Rumah Sakit Terapung dari Surabaya ke Timur Sejauh 335 Km
Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga berlayar ke Pulau Sapeken di timur Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur. Jaraknya 335 km dari Surabaya.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga kembali berlayar, kali ini ke Pulau Sapeken di timur Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur. Jaraknya 335 km dari Kota Surabaya.
Sebagaimana terlihat dalam peta Google di bawah, lokasi Pulau Sapeken jika ditarik garis lurus ke selatan, melampaui ujung paling timur Pulau Bali.
Sebelumnya, RS Terapung yang berbentuk pinisi ini sempat berlayar ke Pulau Bawean wilatah Kabupaten Gresik dan Pulau Kangean, Madura, beberapa waktu lalu.
Dr Christijogo Sumartono, dr SpAn (KAR), Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga, mengungkapkan, pihaknya bersyukur mendapatkan dukungan dari beberapa pihak.
Dengan demikian, kapal medis berukuran 27 x 7,2 meter itu bisa berlayar memberikan bantuan kepada pulau-pulau terpencil.
“Kami bersyukur bisa menyatukan misi yang sama-sama berbasis inklusif. Karena pada dasarnya, kesehatan itu wajib dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia agar tercipta generasi yang kontributif dan tangguh," tanggapannya, karena bantuan CSR dari Investree (PT Investree Radhika Jaya), usai peresmian pemberangkatan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga ke Sapeken, Madura, Selasa (1/5/2018).
dr Sumartono melanjutkan besar harapan perjalanan rumah sakit apung Ksatria Airlangga bisa sampai, dan membantu masyarakat di sana. Sekaligus tidak berhenti sampai di situ, akan ada banyal lagi gerakan sosial lainnya terhadap masyarakat di pulau terpencil.
"Mudah-mudahan dengan gerakan sosial yang kami gagas ini, semakin banyak pihak yang sadar dan peduli bahwa masih banyak masyarakat di luar sana, khususnya di pulau-pulau terpencil, yang membutuhkan bantuan medis rujukan yang paripurna sehingga akan mendorong gerakan yang lebih luas lagi untuk membantu mereka,” jelasnya.
Dr. Amirrudin, Co-Founder Investree, mengatakan kontribusi perusahaan melalui program CSR ini tak lain untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan medis.
"Sulitnya penduduk dalam mendapatkan layanan kesehatan yang memadai di pulau-pulau terpencil membuat kami tergerak untuk bersama-sama membangun pemerataan dan kemudahan akses fasilitas kesehatan di Indonesia," akunya.
Amirrudin menambahkan kondisi ini sama halnya dengan Investree yang selalu mengupayakan akses dan inklusi keuangan di Indonesia.
"CSR pertama kami bersama RST Ksatria Airlangga ini diharapkan bisa menginspirasi dan memotivasi banyak orang untuk membantu mewujudkan akses kesehatan yang paripurna untuk semua dengan cara membangun awareness tentang kegiatan positif ini. Semoga keberadaan Investree sebagaimana halnya RST Ksatria Airlangga membawa berkah dan bermanfaat bagi sesama,” tambahnya.
Sebagai informasi, kegiatan CSR ini diadakan mulai tanggal 1 hingga 7 Mei 2018, kapal medis berlayar dari Pelabuhan Syahbandar ke Pulau Sapeken, 335 KM dari Kota Surabaya.
Tim dokter pada misi bertajuk Bakti Sapeken inj berjumlah 43 orang. Di antaranya dokter spesialis bedah umum, spesialis bedah plastik, spesialis anastesi, spesialis OB-GYN, spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis jantung, spesialis THT, spesialis gigi dan mulut, spesialis ortopedi, spesialis mata, dokter umum, perawat di kamar operasi, perawat anastesi, dan petugas administrasi.
Selain PT Investree, program CSR Bakti Sapeken juga didukung oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Pelindo 3, dan HHP Law Firm.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rumah-sakit-terapung-ksatria-airlangga_20180501_220701.jpg)