Selasa, 19 Mei 2026

Jessica Nondolesmono Ingin Populerkan Dizi, Seruling Tradisional Khas Tiongkok

Jessica Nondolesmono, dosen Sastra Tionghoa UK Petra Surabaya berniat memopulerkan seruling tradisional khas Tiongkok ini.

Tayang:
Penulis: Sudharma Adi | Editor: yuli
ahmad zaimul haq
DIZI - Jessica Nondolesmono, dosen Sastra Tionghoa UK Petra Surabaya berniat memopulerkan seruling tradisional khas Tiongkok ini. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Musik jadi bagian hidup Jessica Nondolesmono. Dia menekuni musik tradisional Tiongkok berupa seruling dizi.

Dengan ketekunannya memelajari seruling ini, dia punya keinginan untuk memopulerkannya pada masyarakat umum.

Perempuan asli Surabaya pada 1 Mei 1990 ini memang dilahirkan untuk menekuni musik.

Sejak kecil, dia dididik orangtuanya untuk menekuni musik. Tak heran, sejak masih kecil hingga awal kuliah, Jessica sudah belajar dan menguasai piano.

“Awalnya tak mudah belajar alat musik. Namun kalau sudah suka, maka apapun alat musik ini bisa dikuasai,” jelasnya, Jumat (11/5/2018).

Awalnya, dia terpikat seruling itu ketika ada teman yang memainkannya.

“Waktu itu saya masih kuliah, sekira 2009 lalu. Saya tertarik dengan seruling dizi, karena alat musiknya tak umum dan jarang dimainkan orang,” ujar dosen Sastra Tionghoa UK Petra Surabaya ini.

Awalnya, dia kesulitan memelajari seruling tradisional Tionghoa ini karena cara meniupnya yang berbeda dari seruling konvensional.

Namun karena ketekunan dan masuk dalam Kemuning Musik Indonesia Tionghoa Orkestra, dalam setahun, dia sudah menguasainya. “Ah, sebenarnya saya masih terus belajar, kok,” ujarnya merendah.

Dari sinilah, muncul keinginan kuat untuk memopulerkan alat musik ini dan juga musik Tionghoa kepada masyarakat di Surabaya dan sekitarnya.

Jessica pun tak canggung ketika ada tawaran untuk menunjukkan kemampuan bermusik bersama kawan-kawannya pada acara wedding atau kegiatan di beberapa universitas, termasuk UK Petra.

“Saya akan tetap memopulerkan alat musik ini. Selain bisa dipelajari siapapun, alat musik ini tak mengenal sekat suku dan budaya,” pungkasnya. 

LIHAT VIDEO PERMAINAN DIZI, SERULING BAMBU KHAS TIONGKOK

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved