Tulungagung
Tim dari Pertamina ke Tulungagung, Ternyata Inilah Penyebab Gas 3 Kg Langka
Satu rumah yang biasa hanya memakai satu tabung, banyak yang menyetok hingga tiga, empat tabung. Itu yang membuat gas sulit didapat.
Penulis: David Yohanes | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, yang meliputi Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara merespons kabar kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Tulungagung.
Pada Jumat (11/5/2018), tim dari Pertamina mengecek ke sebuah agen besar, PT Manggala Jaya, di Jalan Mayor Sujadi, Tulungagung.
Usai memastikan pasokan gas lancar dan tidak ada perubahan, pengecekan dilanjutkan ke pangkalan Soegito, di Jepun, Kecamatan Tulungagung.
Di tempat ini gas 3 gram masih tersedia banyak.
Edi Mangun dari Communication And CSR Pertamina MOR V mengatakan, tidak ada masalah distribusi di tingkat agen.
“Bahkan pasokan untuk di Tulungagung terus ditambah sebagai antisipasi Ramadhan,” terang Edi.
Bulan April 2018 pasokan gas bersubsidi ini sebanyak 35.840 tabung per hari.
Pada Mei 2018 penyaluran per hari menjadi 39.200 tabung per hari, atau meningkat 9 persen.
Khusus tanggal 10 Mei 2018, penyaluran ditambah lagi sebanyak 44.240, atau setara 125 persen dalam kondisi normal.
Sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab kelangkaan gas 3 kilogram ini.
Namun menurut Edi, salah satunya adalah panic buying.
Warga banyak yang berusa menyetok gas 3 kilogram karena takut terjadi kelangkaan selama Ramadhan.
“Satu rumah yang biasa hanya memakai satu tabung, banyak yang menyetok hingga tiga, empat tabung. Itu yang membuat gas sulit didapat,” ujar laki-laki berdarah Papua ini.
Selain itu dari laporan agen, dicurigai banyak sepekulan yang bermain.
Para sepekulan ada sudah hapal, saat menjelang Ramadan permintaan tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-tulungagung-edi-mangun-kiri-dari-communication-and-csr-pertamina-mor-v_20180511_140019.jpg)