Breaking News:

Teroris Serang Jawa Timur

Begini Cara Teroris ‘Cuci Otak’ Pengikut, Mulai Doktrin sampai Tonton Film Soal Terorisme

Pelaku serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo merupakan satu jaringan. 13 pelaku yang tewas memiliki satu guru, yaitu Dita Oeprianto.

SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Rumah keluarga Dita Supriyanto di Perumahan Wisma Indah di Jalan Wonorejo Asri XI Blok K Nomor 22, Surabaya, Senin (14/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pelaku serangan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo merupakan satu jaringan.

Sebanyak 13 pelaku yang tewas memiliki satu guru, yaitu Dita Oeprianto (sebelumnya tertulis Dita Supriyanto, red.).

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan para pelaku ini berguru ke Dita.

( Baca juga : Tajir Melintir, Inilah Pabrik Uang Milik Keluarga Teroris yang Ngebom 3 Gereja di Surabaya )

Para pelaku ini melakukan pertemuan setiap Minggu di rumah Dita di Rungkut, Surabaya.

“Mereka didoktrin pemahaman soal teror,” jelas Machfud kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (15/5/2018).

Machfud menuturkan mereka berkumpul rutin sejak lama.

Mereka melakukan dektrin, dan melihat film soal terorisme.

( Baca juga : Orangtua di Banyuwangi Tak Sudi Terima Jenazah Puji Kuswati, Pengebom Gereja di Surabaya )

Tidak hanya para orang tua.

Anak-anaknya juga ikut menjalani doktrin dari Dita.

“Bahkan, anak-anak pelaku dilarang sekolah.”

Halaman
12
Penulis: fatkhulalami
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved