Selasa, 28 April 2026

Teroris Serang Jawa Timur

Teroris Obok-obok Singosari Kabupaten Malang, Densus 88 Sampai Turun Lapangan

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, membenarkan adanya penangkapan terduga teroris oleh Densus 88

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Kapolres Malang, AKBP H Yade Setiawan Ujung 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, membenarkan adanya penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Polres Malang hanya sebatas back-up kegiatan yang dilakukan Densus 88 tersebut.

"Maaf, kami tidak dapat memberi penjelasan untuk kegiatan tersebut, silahkan konfirmasi ke Polda Jatim dan Mabes Polri," kata Yade Setiawan Ujung via WhatsApp yang diterima SURYAMALANG.COM, Selasa (15/5/2018).

Baca: Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Tinggalkan Utang, Alamak Nominalnya Sampai Segini

Baca: Suasana Menegangkan Densus 88 Tangkap 2 Orang di Singosari, Malang, Terdengar Suara Dobrakan Pintu

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 dikabarkan menangkap dua orang di rumah kontrakan Perumahan Banjararum Asri Blok BB 9, Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (15/5/2018) pukul 02.00 WIB.

Dua orang itu berinisial SA Alias Abu Umar (37), dan WMW (40)

Seorang warga, Fatmawati mengaku mendengar suara keramaian pada pukul 2.00 WIB.

Namun, dia tidak berani keluar untuk melihat sumber keramaian itu.

Dia baru tahu ada sejumlah polisi di depan rumahnya memasang garis polisi sekitar pukul 05.00 WIB.

Namun, polisi mencopot garis polisi itu sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saya mendengar suara dobrakan. Saya mau melihat, tapi takut.”

“Saya kan memang sering bangun tengah malam untuk salat,” ungkap Fatmawati kepada SURYAMALANG.COM.

Fatmawati tidak mengenal nama dua orang yang ditahan Densus 88 itu.

Dia hanya tahu ada tiga orang yang tinggal di rumah itu, yaitu pasangan suami istri (pasutri), dan seorang anak.

Menurutnya, keluarga itu baru tinggal di rumah itu sekitar dua bulan lalu.

Namun keluarga Abu Umar tertutup.

Baca: Eks Teroris Bongkar Alasan Surabaya Dibom, Reproduksi Calon Pengantin dan Jumlah Pengikut Disebut

Fatmawati sempat mencoba untuk kenalan ketika WMW mencabut rumput di sekitar rumahnya.

Ketika Fatmawati mendekat, WMW langsung masuk rumah.

“Jadi saya tidak bisa kenalan,” terangnya.

Selain itu, ketika ada penjual sayur, Fatmawati dan warga lain keluar rumah untuk membeli sayur.

“Tapi kalau istrinya itu hanya teriak-teriak dari jendela.”

“Tukang sayurnya yang mendekat,” paparnya.

Fatmawati mengungkapkan Abu Umar sering pulang tengah malam.

Umar jarang masuk lewat pintu depan.

Dia langsung masuk lewat pintu belakang.

Tidak hanya saat pulang kerja.

Saat hari-hari biasa pun Abu Umar juga melakukan hal tersebut.

Pengamatan SURYAMALANG.COM, pintu depan rumah tersebut dipalang dua kayu.

Baca: Kesaksian Wanita Mantan Simpatisan ISIS Tertipu dengan Kehidupan Nyaman dan Tentram yang Ditawarkan

Ada kerusakan pada bagian telinga pintu.

Ada lubang cukup besar di pintu sehingga barang-barang di dalam rumah terlihat dari lubang itu.

Ada peralatan dapur, buku, pakaian dan kursi yang terlihat dari lubang.

Ada dua motor di belakang rumah.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved