Breaking News:

Teroris Serang Jawa Timur

PNS Kalimantan Sebut Teror Bom di Gereja Surabaya Hanya Rekayasa, Akibatnya Sungguh Fatal

terkait ledakan bom di gereja di Surabaya, kemudian muncul pernyataan netizen di Facebook yang mengatakan bahwa teror bom itu hanya rekayasa

Kompas.com
FSA berstatus PNS di Kabupaten Kayong Utara, ditetapkan Polda Kalimantan Barat sebagai tersangka karena membuat status di Facebook bahwa teror bom di Surabaya hanyalah rekayasa. 

SURYAMALANG.COM - Minggu (13/5/2019), bom meledak di tiga gereja di Surabaya. Malam harinya, bom meledak di Rusun di Sidoarjo.

Belakangan diketahui, terduga teroris yang melakukan aksi di atas adalah satu keluarga.

Suami, istri, beserta anak-anaknya 'kompak' meledakkan bom di tiga gereja di Surabaya.

Baca: Inilah Wajah Para Teroris Bom Gereja di Surabaya, Perhatikan Baik-Baik, Mungkin Anda Kenal

Baca: Teroris Kualat, Rencana Diledakkan di Surabaya, Tapi Bom Keburu Meledak di Sidoarjo

Baca: Tajir Melintir, Inilah Pabrik Uang Milik Keluarga Teroris yang Ngebom 3 Gereja di Surabaya

Nah, terkait ledakan bom di gereja di Surabaya, kemudian muncul pernyataan netizen di Facebook yang mengatakan bahwa teror bom itu hanya rekayasa.

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menetapkan FSA sebagai tersangka karena membuat status di Facebook terkait peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) yang lalu.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo mengatakan, saat ini status FSA yang merupakan PNS di Kabupaten Kayong Utara ini sudah resmi sebagai tersangka.

Baca: Saya Hampir Jadi Teroris, Wanita ini Bagikan Pengalamannya Lolos dari Jeratan Kelompok Radikal

Baca: AKBP Roni Buka Suara Soal Aksi Heroik saat Menolong Anak Teroris di Polrestabes Surabaya

Baca: Menanggapi Teror Bom di Gereja Surabaya, Abu Bakar Baasyir : Opo kuwi? Ora Bener . . .

"Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan dan langsung kita naikkan statusnya sebagai tersangka," ujar Nanang saat dihubungi, Kamis (17/5/2018).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, sambung Nanang, FSA juga langsung ditahan di Mapolda Kalbar.

Sebagaimana diketahui, FSA merupakan seorang PNS yang juga kepala sekolah di salah satu SMP negeri di Kabupaten Kayong Utara.

Dalam akun Facebook miliknya, FSA menyebutkan bahwa peristiwa teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya itu sebagai rekayasa.

Status Facebook tersebut kemudian viral di media sosial.

Baca: Lagu Favorit Teroris Bom Gereja di Surabaya Hingga Sindiran Bercumbu dengan Bidadari Surga

Baca: Lagu Selena Gomez Ternyata Jadi Kesukaan Pelaku Teroris yang Ngebom Gereja Surabaya

Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved