Teroris Serang Jawa Timur
Penjualan Baju Muslim Turun Gara-gara Teror Bom di Surabaya
Dia berharap seminggu setelah puasa, penjualan kembali bergairah dan naik. “Yang penting Surabaya kembali aman dan nyaman,” pungkasnya.
Penulis: Sudharma Adi | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Peristiwa teror bom di gereja pekan lalu rupanya berdampak pada penjualan baju muslim. Pada awal Ramadan, penjualan yang biasanya bergairah, saat ini masih adem ayem.
Masih sepinya penjualan baju muslim itu, terutama dirasakan di toko-toko yang lokasinya tak berjauhan dengan lokasi gereja yang dibom itu. Seperti di Karita Moslem Square di Jl Ngagel Jaya Selatan.
Menurut Supervisor Karita Moslem Square, Erlis Kusuma Wardani, dari pengalaman sebelumnya, penjualan baju muslim saat Ramadan selalu ramai hingga puncaknya jelang Lebaran. Namun itu berbeda pada awal Ramadan ini.
Konsumen hanya sedikit yang melihat dan membeli baju muslim.
“Kami menilai, penjualan masih sepi karena pengaruh bom gereja pada akhir pekan lalu,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (18/5/2018).
Apalagi, lokasi Karita tak jauh dengan lokasi peristiwa bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel. Tak hanya bom, mulai banyaknya toko baju muslim bermunculan di Surabaya juga berpengaruh terhadap penjualan baju muslim di awal Ramadhan.
“Kalau dirata-rata, turunnya sekira 20-30 persen dari hari biasa,” ujarnya.
Meski sepi, namun dia cukup optimis penjualan baju muslim kembali ramai, terutama seminggu setelah Ramadan dan puncaknya hingga akhir Ramadan. Konsumen yang membeli baju muslim itu biasanya menyukai gamis dan blus, serta mukena dan baju koko.
“Kami berharap trauma warga segera pulih dan penjualan bisa meningkat hingga 80-90 persen,” terangnya.
Hal serupa juga dialami toko baju muslim, Rabbani. Kondisi toko di Jl Pucang Anom itu terlihat sepi.
Hanya ada beberapa karyawan yang menata baju muslim.
Store Manajer Rabbani, Edi Iswanto mengakui ada pengaruh bom gereja yang berdampak pada penjualan baju muslim.
Sejak peristiwa bom hingga hari kedua Ramadan, hampir tak ada konsumen yang datang.
“Pengaruhnya sangat terasa,” katanya.
Dia membandingkan penjualan baju muslim pada Ramadan tahun lalu dan saat ini menurun sekira 20 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/karita-moslem-square-di-jl-ngagel-jaya-selatan-surabaya_20180518_234502.jpg)