Jendela Dunia
Di Tengah Kecamuk Perang, Begini Cara Rakyat Palestina Merayakan Ramadan
"Pasar kami kosong, seolah-olah bulan Ramadhan belum tiba. Dan setiap tahun, (kami merayakan ramadan) tanpa sukacita dan harapan," tukas Ayman getir.
SURYAMALANG.com - Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh banyak umat Islam sedunia.
Bulan ini identik dengan sukacita hingga menyongsong hari kemenangan tiba.
Meskipun memang diwajibkan untuk berpuasa, namun bulan Ramadan memiliki semarak tersendiri yang membuatnya selalu dirindukan tiap tahun.
Di Indonesia, Bulan Ramadan identik dengan pasar-pasar yang disesaki oleh aneka macam jajanan sebelum berbuka.
Selain itu, momen 'berbuka puasa bersama' dalam rangka menyatukan persaudaraan juga menjadi bagian tersendiri di Bulan Ramadan.
Namun, nasib berbeda dialami oleh warga Palestina di Jalur Gaza.
Lupakan pasar-pasar, enyahkan segala imaji soal momen berbuka yang manis, sebab sejak Maret lalu hingga hari ini, mereka tengah melewati hari-hari penuh pertumpahan darah.
Konflik berkepanjangan yang terjadi antara Israel dengan Palestina membuat luka yang mendalam dan ribuan korban jiwa.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat ribuan orang terluka, dan 62 orang tewas, dalam gelombang aksi protes yang dilancarkan puluhan ribu warga Palestina.
Kondisi ini tentunya berbeda dengan kita yang tinggal di Indonesia.
Masyarakat Palestina menuntut agar Israel mengembalikan tanah leluhur mereka.
Namun Israel dengan dalih melindungi daerah perbatasan dan keamanan negara, melancarkan serangan terhadap warga Palestina.
Perang pun tak terhindarkan, ribuan orang jadi korban.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres menyebut peristiwa berdarah ini sebagai 'darurat kemanusiaan yang konstan'.
Kini, bagaimana rakyat Palestina merayakan Bulan Ramadan?
Ayman Jamal Mghamis, aktivis pro Palestina sekaligus pendiri kelompok hip-hop 'Rapperz Palestina' mengungkapkan bulan Ramadhan disana begitu tragis dan memilukan.
"Pasar kami kosong, seolah-olah bulan Ramadhan belum tiba. Dan setiap tahun, (kami merayakan ramadan) tanpa sukacita dan harapan," tukas Ayman getir.
Ayman menambahkan, "Banyak keluarga di Palestina hari ini berada di bawah garis kemiskinan, bahkan kami kesulitan mencari sepotong roti untuk berbuka puasa."
Sungguh kondisi yang menyayat hati.
Mengetahui hal itu, tentunya kita jangan lupa untuk menyertakan saudara muslim kita disana dalam untaian doa kita, ya.
Artikel ini telah tayang di Grid.id dengan judul Bagaimana Rakyat Palestina Rayakan Ramadhan di Tengah Kecamuk Perang?.
--
Jangan lupa follow akun instagram Suryamalang.com, ojok lali yo rek!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bocah-palestina_20150419_165746.jpg)