Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Warga Kota Batu Manfaatkan Kayu Bekas untuk Membikin Pot Cantik

Gudang di lantai dua di rumah milik Gunawan Wibisono di Jalan Wukir, Kota Batu, terlihat banyak sekali kayu-kayu bekas.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Gunawan menunjukkan hasil kerajinannya dan proses pembakaran pot mini dari kayu bekas. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Gudang di lantai dua di rumah milik Gunawan Wibisono di Jalan Wukir, Kota Batu, terlihat banyak sekali kayu-kayu bekas.

Bagaimana tidak, gudang itu ia jadikan sebagai tempat untuk membuat kerajinan yakni Pot Bunga dari kayu bekas.

Ditemui di kediamannya, dengan ramah ia memperlihatkan tempat ia bekerja membuat kerajinan, Kamis (24/5/2018).

Ada berbagai alat seperti asahan kayu, gergaji, gas untuk membakar kayu, dan lainnya. Di tembok rumahnya juga dipajang hasil kerajinannya.

Gunawan memulai menekuni membuat kerajinan itu sejak awal tahun 2017. Namun karena kesibukannya, ia sempat terhenti membuat kerajinan itu. Dan ia memulainya kembali September 2017.

"Ide awalnya sih iseng-iseng ya. Kok ada kayu bekas, tapi nggak dibuat apa-apa. Akhirnya saya buatlah pot kecil, eh kok asik juga kalau dijadikan usaha, ya saya tekuni sampai sekarang," kata dia.

Dalam satu bulan ia bisa membuat sekitar 1000 pot yang ia jual dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu. Ada berbagai macam bentuk pot yang ia buat, ada bentuk segi delapan, gelas, kotak, dan keranjang. Pot itu bisa digunakan sebagai pot kaktus.

"Bisa juga untuk tanaman hias lainnya. Tapi karena bentuknya kecil, lebih sering digunakan sebagai pot kaktus," imbuhnya yang juga sebagai Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Batu.

Sementara itu, biaya untuk membeli bahan juga dirasa mahal. Karena biayanya berat untuk ongkos perjalanan dan ongkos angkut. Dikatakannya sekali membeli bahan kayu bekas bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 4 juta. Padahal harga kayunya sendiri hanya Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta saja.

Kayu yang ia gunakan ialah kayu mahoni, kayu Jatilondo, Sono Kembang. Ia membeli kayu itu dari beberapa pabrik di Kota Batu dan Kabupaten Malang. Penjualan pot mini dari kayu bekas karaajinanya ini sudah terjual hingga ke Kalimantan, Jakarta, Surabaya, Mojokerto.

"Di Batu sendiri juga ada yang pesan, tapi tidak banyak. Lebih banyak yang pesan dari luar daerah," imbuhnya.

Ia menjelaskan, proses pembuatan pot mini kayu ini pertama di bentuk kecil-kecil. Lalu dipoles, dibakar (finishing). Saat proses pembakaran ini bisa sekaligus mengukir bentuk luar pot ini. Yang paling sulit dan paling laris ialah bentuk gelas. Karena proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Salah satu pemesan pot kayu asal Mojokerto, Juni Kuswanto mengatakan, pihaknya memesan sekitar 500 pot untuk dijadikan souvenir lebaran. Dipilih pot karya Gunawan ini menurutnya sangat menarik.

"Menariknya pasar jarang mengolah limbah kayu. Saya juga berbisnis brandingnya pengolahan sampah makanya saya langsung tertarik untuk kemudian ajak kerjasama," kata dia. 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved