Malang Raya

Ikan Rawa Klampok Mati Misterius, Begini Komentar Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang

Ikan jenis nila dan mujair ditemukan dalam kondisi mati di rawa Klampok, Sengreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang sejak beberapa hari lalu.

Ikan Rawa Klampok Mati Misterius, Begini Komentar Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Warga menunjukkan ikan mati di rawa Klampok, Desa Sengreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Selasa (29/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, SUMBERPUCUNG - Ikan jenis nila dan mujair ditemukan dalam kondisi mati di rawa Klampok, Desa Sengreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang sejak beberapa hari lalu.

Diduga ikan-ikan itu mati akibat kena obat kimia pertanian.

Kepala Dusun Krajan, Desa Sengreng, Sriadi mengatakan ikan-ikan yang mati itu ditemukan sejak empat hari terakhir.

Warga menduga matinya ikan itu akibat pestisida yang digunakan petani di persawahan di atas rawa Klampok.

“Tetapi kami belum tahu penyebab pastinya.”

( Baca juga : Mantap Pilih TVOne, Ternyata ini Alasan Ustadz Abdul Somad Tolak Tawaran TV Lain )

“Kami ingin dinas terkait datang untuk memastikan penyebab kematian ikan itu,” kata Sriadi kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (29/5/2018).

Warga juga khawatir dampak kematian ikan akan menjalar ke waduk Karangkates.

Sebab, air dari rawa Klampok mengalir ke Sungai Brantas yang bermuara ke waduk.

“Bila air yang diduga terkontaminasi racun itu sampai masuk waduk, maka bisa berdampak ke ikan di keramba milik warga.”

“Makanya kami berharap ada penanganan dari instansi terkait,” ucap Sriadi.

( Baca juga : Incipi Takjil, Ini Cerita Pangeran Harry Yang Hadiri Buka Bersama Umat Islam di Inggris )

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang, Endang Retnowati mengatakan pihaknya segera menerjunkan tim untuk memastikan penyebab matinya ikan itu.

Hasil dari pemeriksaan dan pemantauan tim Dinas Perikanan akan menjadi dasar penanganan lebih lanjut atas matinya ikan-ikan itu.

“Sebelum ada hasil atau diketahui penyebab ikan itu mati, kami belum bisa menjelaskan langkah yang akan diambil,” tutur Endang Retnowati.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved