Kamis, 30 April 2026

Ramadan 2018

Mengenal Sosok Khadijah Binti Khuwailid, Sang Penyejuk Hati Nabi

Khadijah berijtihad dan menggali tanda-tanda kerasulan suaminya sebelum diangkat menjadi Rasul sebagai tanda-tanda atas kebenaran risalahnya.

Tayang:
Editor: Pambayun Purbandini
nu.or.id

SURYAMALANG.com - Nama Khadijah Binti Khuwailid tentunya sudah tidak asing lagi.

Dialah sosok sang istri Nabi Muhammad SAW.

Saat Jibril turun membawa wahyu pertama, Nabi sangat gemetar dan khawatir.

Beliau bergegas pulang menuju kediamannya dengan rasa takut.

Nabi meminta istrinya, Khadijah binti Khuwailid untuk membawakan selimut.

Khadijah menenangkan, menyelimuti suaminya.

Setelah mulai tenang, Nabi menceritakan apa yang dialaminya di gua Hira kepada Khadijah.

Nabi khawatir apa yang dialaminya dari setan.

Khadijah kembali menenangkan dan menyanggah kekhawatiran suaminya, ia bilang kepada Nabi:

كَلاَّ أَبْشِرْ فَوَ اللهِ لَا يُخْزِيْكَ اللهُ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَصْدُقُ الْحَدِيثَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

“Tidak mungkin. Demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu. Sesungguhnya engkau menyambung persaudaraan, jujur dalam berucap, menanggung orang lemah, menjamu tamu dan membantu kesulitan-kesulitan hak orang lain.”

Untuk kembali meyakinkan suaminya, Khadijah mengajak Nabi menemui saudara sepupu Khadijah, Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza.

Waraqah dikenal sebagai orang beragama Nasrani yang menguasai isi kitab Injil, tentunya Injil yang masih orisinal.

Waraqah menulis ulang Injil dengan bahasa Ibrani.

Saat ditemui Nabi dan Khadijah, Waraqah sudah tua dan buta.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved