Blitar
Tabir Misteri Terungkap, Siswi Blitar Bunuh Diri Diduga karena Stres Hadapi Sistem Pendidikan
Tetapi, Grace kenal dengan EPA karena teman satu tempat les. Menurut Grace EPA memang ingin melanjutkan di SMAN 1 Kota Blitar.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: eko darmoko
Para guru dan siswa sejak semalam sudah melayat ke tempat korban dikremasi.
"Saya saja ikut lemas ketika menerima kabar itu. Dia siswa berprestasi, sering mewakili sekolah ikut olimpiade matematika," katanya.
Soal kabar penyebab korban bunuh diri karena khawatir tidak bisa masuk di SMAN 1 Kota Blitar, Katmadi tidak membantah dan tidak mengiyakan.
Menurutnya, siswa SMPN 1 rata-rata memang melanjutkan ke SMAN 1 Kota Blitar.
"Hampir 70 persen siswa lulusan SMPN 1 melanjutkan ke SMAN 1 Kota Blitar. Tapi korban tidak pernah cerita soal itu ke guru," ujarnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan masih mendalami motif bunuh diri yang dilakukan korban.
Berdasarkan bukti dan keterangan keluarga yang didapat polisi, korban sedang ada masalah keluarga.
"Di surat wasiat yang ditulis korban sebelum bunuh diri juga tidak ada yang menyebutkan soal korban kecewa karena khawatir tidak bisa masuk di salah satu SMA favorit di Kota Blitar.
"Isi surat suara itu hanya permintaan maaf korban ke keluarga dan pengasuhnya," kata AKP Heri Sugiono.
Sebelumnya, EPA (16) ditemukan tewas bunuh diri di kamar kos, Jl A Yani, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (29/5/2018).
Siswi yang baru lulus SMP tahun ini ditemukan tewas dengan cara menggantung di kusen pintu kamar kos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/surat-wasiat-siswi-blitar-sebelum-bunuh-diri_20180530_122807.jpg)