Nasional
Berduaan dengan Wanita di Kontrakan, Polisi Ini Digerebek Warga
Polisi ini digerebek warga karena memasukkan cewek bukan mukhrim ke rumah kontrakannya. Ngakunya sebagai istri, padahal . . .
SURYAMALANG.COM, ACEH – Polisi berinisial Brigadir S digerebek warga di rumah kontrakan di Gampong Julok Tunong, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Sabtu (26/5/2018) sore.
Penggerebekan ini dilakukan karena Brigadir S diduga berbuat tidak pantas dengan teman wanitanya.
Mengetahui perbuatan tak pantas itu, Kapolsek Julok, Ipda Eko Hadianto langsung memukul Brigadir S.
“Kalau saya tidak cepat ambil langkah, anggota saya itu akan dihajar massa.”
“Bahkan, setelah saya amankan anggota tersebut, massa sempat ingin mendatangi Polsek.”
“Tetapi yang bersangkutan telah diamankan ke Mapolres Aceh Timur,” ungkap Ipda Eko Hadianto kepada Serambinews.com, Kamis (31/5/2018).
Ipda Eko menjelaskan kronologi penggerebekan kontrakan Brigadir S itu.
Awalnya sejumlah warga melapor ke Kadus Keude Kleb, gampong setempat, Ikhwanul Muslimin.
Dalam laporan itu, warga mengungkapkan bahwa ada perempuan masuk ke rumah kontrakan Brigadir S.
Brigadir S merupakan anggota Polsek Julok yang juga menjabat sebagai Babinkamtibmas di Gampong Labuhan.
Gampong Labuhan merupakan gampong bertetanggaan dengan Gampong Julok Tunong, lokasi penggerebekan.
Warga yang curiga langsung mendatangi kontrakan Brigadir S.
Setibanya di kontrakan tersebut, warga langsung menanyakan kepada Brigadir S tentang siapa perempuan di kontarakannya tersebut.
Brigadir S menjawab bahwa perempuan itu adalah istrinya.
Lalu Brigadir S mengunci pintu rumah.
Demi meyakinkan warga, Brigadir S pergi ke Gampong Labuhan untuk menghubungi pemilik kontrakan.
Karena tidak sabar dan tidak puas dengan jawaban Brigadir S, warga mendobrak rumah tersebut.
Saat masuk ke rumah, warga menemukan perempuan berinisial ED (22).
Lalu warga bertanya kepada ED apakah benar ia adalah istri Brigadir S.
Tetapi ED menjawab bahwa dia bukan istri Brigadir S.
Warga langsung membawa ED ke meunasah gampong setempat.
Sepulang dari rumah pemilik kontrakan, Brigadir S melihat teman wanitanya telah dibawa ke meunasah.
Brigadir S langsung ke meunasah tersebut.
Untuk menghindari amukan massa, Eko Hadianto dan sejumlah anggota Polsek Julok datang ke meunasah tersebut.
Namun, warga tidak mau melepas Brigadir dan ED yang telah diamankan warga di meunasah.
Warga minta pasangan tersebut diberlakukan sesuai hukum adat, yaitu dimandikan, lalu diarak keliling gampong (kampung), serta membayar denda.
Untuk menghindari amukan massa lalu, Eko memberi pemahaman hukum kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri.
“Tapi warga tetap bertahan untuk memberlakukan hukum adat.”
“Makanya untuk meyakinkan warga bahwa Brigadir S akan diberi hukuman tegas, saya memukul Brigadir S,” jelas Eko.
Setelah pemukulan itu, baru warga mengizinkan Brigadir S dan ED dibawa ke kantor polisi.
Video Viral di Medsos
Aksi pemukulan Eko terhadap Brigadir S sempat divideokan sejumlah warga.
Video berdurasi semenit itu juga diunggah ke Facebook, dan viral.
Dalam video itu tampak Brigadir S berdiri di atas lantai bagian tengah meunasah menggunakan kaus warna merah.
Sedangkan ED mengenakan baju warna hijau, jilbab, dan celana hitam longgar.
Sebelum Ipda Eko Hadianto tiba di meunasah, kerumunan warga tampak mengelilingi meunasah.
Seorang warga menerobos masuk ke meunasah dan menendang pinggang Brigdari S.
Tetapi, upaya itu dilerai sejumlah warga lain.
Tak lama kemudian Eko tiba.
Eko langsung memukul wajah sebelah kanan Brigadir S sekali.
Eko juga memukul perut Brigadir S dua kali.
Di sela itu, juga ada warga yang menendang kepala kiri Brigadir S.
Saat ini Brigadir S telah diamankan ke Mapolres Aceh Timur,.
Kasus ini telah ditangani Sie Propam Polres setempat.
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Digeruduk saat Bawa Perempuan Bukan Muhrim ke Rumah, Oknum Polisi Dihajar Kapolsek di Hadapan Massa.